Logo
>

Dow Cetak Rekor-Saham Energi Menguat: Efek Venezuela?

Sentimen pasar beralih ke sektor keuangan dan energi di tengah dinamika geopolitik Amerika Latin.

Ditulis oleh Syahrianto
Dow Cetak Rekor-Saham Energi Menguat: Efek Venezuela?
Ilustrasi: Plang nama jalan Wall Street (Foto: PxHere)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Wall Street ditutup menguat dengan Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. 

    Penguatan dipimpin saham sektor keuangan dan energi, menyusul langkah Amerika Serikat di Venezuela yang memicu ekspektasi terbukanya akses baru bagi perusahaan energi AS ke cadangan minyak negara tersebut.

    Seperti dilansir Reuters, investor menilai langkah Washington terhadap kepemimpinan Venezuela membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan AS untuk mengakses cadangan minyak terbesar di dunia. Pemerintahan Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan eksekutif perusahaan minyak AS pekan ini untuk membahas peningkatan produksi minyak Venezuela.

    Indeks energi S&P 500 naik ke level tertinggi sejak Maret 2025. Saham-saham emiten besar seperti Exxon Mobil dan Chevron mencatat kenaikan signifikan.

    Saham produsen persenjataan juga menguat setelah aksi militer AS tersebut. Saham Lockheed Martin dan General Dynamics naik, mendorong indeks kedirgantaraan dan pertahanan S&P 500 ke level tertinggi sepanjang masa.

    “Saham energi benar-benar diuntungkan oleh ekspektasi bahwa Presiden Trump berniat mendorong investasi lebih besar di Venezuela, yang pada akhirnya akan meningkatkan potensi keuntungan perusahaan,” ujar Rob Haworth, Senior Investment Strategist di U.S. Bank Wealth Management, Seattle.

    Ia menambahkan, tidak adanya pengerahan militer permanen membuat pasar saham secara luas mampu mengesampingkan kekhawatiran akan keterlibatan militer jangka panjang.

    Saham Tesla menguat setelah mencatatkan tujuh sesi penurunan beruntun. Sementara itu, saham Nvidia dan Apple justru bergerak melemah.

    Berdasarkan data awal, indeks S&P 500 naik 43,67 poin atau 0,64 persen ke level 6.902,14. Nasdaq Composite bertambah 161,66 poin atau 0,70 persen ke 23.397,29. Dow Jones Industrial Average melonjak 595,07 poin atau 1,23 persen ke level 48.977,46.

    Sektor keuangan juga menjadi pendorong utama penguatan pasar. Indeks keuangan S&P 500 naik seiring investor bersiap menyambut laporan keuangan kuartalan. Analis memperkirakan laba perusahaan sektor keuangan di S&P 500 tumbuh rata-rata 6,7 persen secara tahunan pada kuartal Desember.

    Saham Goldman Sachs dan JPMorgan Chase sama-sama mencetak rekor tertinggi.

    “Dalam beberapa hari terakhir, sentimen pasar berpihak pada saham-saham keuangan. Ketika investor mulai melirik sektor di luar teknologi, sektor ini menjadi salah satu pilihan utama,” kata Steve Sosnick, Chief Market Analyst Interactive Brokers.

    Dengan capaian ini, indeks-indeks utama Wall Street membukukan kenaikan dua digit sepanjang 2025 untuk tahun ketiga berturut-turut, sebuah rekor yang terakhir kali terjadi pada 2021.

    Di sisi data ekonomi, aktivitas manufaktur AS tercatat terkontraksi lebih dalam dari perkiraan pada Desember, memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung selama 10 bulan.

    Perhatian pasar kini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls bulanan pada Jumat, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve pada 2026. Pasar saat ini memperkirakan pelonggaran suku bunga sekitar 60 basis poin sepanjang tahun ini, menurut data LSEG.

    Saham-saham terkait kripto juga menguat seiring harga bitcoin menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan. Saham Strategy (sebelumnya MicroStrategy) dan Coinbase mencatat kenaikan, sementara Goldman Sachs menaikkan rekomendasi saham Coinbase menjadi “buy” dari sebelumnya “neutral”. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.