Logo
>

DSNG Naik tapi Rapuh: Dibuang Asing Saat Volume Bengkak

DSNG menguat ke 1.660, namun struktur kenaikan masih rapuh. Orderbook lemah, distribusi broker meningkat, dan asing terus keluar saat volume membesar, menandakan tren belum stabil.

Ditulis oleh Yunila Wati
DSNG Naik tapi Rapuh: Dibuang Asing Saat Volume Bengkak
Ilustrasi perkebunan sawit. Foto: IG @salimivomaspratama.

KABARBURSA.COM – Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) kembali menunjukkan pergerakan yang lebih hidup. Pada perdagangan Rabu, 19 November 2025, harganya ditutup naik 1,84 persen di level 1.660, setelah sempat menyentuh 1.670.

Kenaikkann ini mengonfirmasi adanya pantulan lanjutan dari fase pelemahan tajam pada pekan lalu. Meskipun tidak sebesar lonjakan pada 18 November, tetapi cukup memberi sinyal bahwa DSNG mulai menemukan kembali ritme perdagangannya.

Namun, untuk membaca arah harga selanjutnya, pergerakan hari ini tidak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih luas. Jika mengamati rentang perdagangan sebulan terakhir, DSNG berkali-kali berada dalam pola volatilitas besar, turun cepat lalu memantul kuat.

Sayangnya, volatilitas besar ini tanpa pola akumulasi institusional yang stabil. Begitu pula jika dilihat dari data hari ini. Meskipun naik, volume perdagangannya hanya sebesar 135 ribu lot dengan nilai Rp22,4 miliar. Angka ini masih jauh lebih kecil dibanding nilai transaksi Rp51,29 miliar yang terjadi kemarin. 

Artinya, kenaikan hari ini terjadi di tengah likuiditas yang mulai mengempis, bukan didorong oleh pembeli besar yang masuk agresif.

Bid Tebal, Namun tidak Kokoh

Orderbook hari ini juga memperlihatkan dinamika yang cukup menarik. Di sisi bid, minat beli bertumpu pada area 1.650–1.630, tetapi tidak ada antrean besar yang dapat disebut “tembok kokoh”. 

Antrean terbesar hanya sekitar 5.097 lot di 1.650 dan 3.522 lot di 1.640. Untuk saham sejenis DSNG yang memiliki kapitalisasi besar, antrean ini tergolong tidak cukup untuk menjadi penahan harga yang kuat jika tekanan jual tiba-tiba muncul. 

Di sisi offer, justru terlihat tekanan yang lebih tebal. Pada 1.670 terdapat lebih dari 2.000 lot, sementara di 1.675 dan 1.680 antrean juga cenderung berat. Struktur ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan ke arah 1.670–1.690 masih rentan dipenuhi aksi jual cepat.

Broker summary semakin memperjelas pola perdagangan hari ini. Broker-broker seperti CC, TP, dan YU tampil dominan, tetapi pola nilai transaksinya masih tersebar tanpa satu pun broker institusional besar yang mengakumulasi secara signifikan. 

Broker CC tercatat membeli Rp4,3 miliar, sementara TP membeli Rp6,4 miliar. Tetapi angka ini masih terlalu kecil untuk membalik struktur tren yang sedang melemah. 

Di sisi lain, beberapa broker seperti KZ, GR, dan PD terlihat melepas di area atas 1.625–1.630. Ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar memanfaatkan kenaikan hari ini untuk distribusi ringan.

Asing Jual Besar-besaran Saat Volume Membengkak

Ketika melihat kembali historical data, gambaran arah jangka pendek DSNG menjadi lebih jelas. Pada 7–14 November, DSNG mencatat penurunan cukup agresif, dari 1.820 ke 1.605, sebelum mulai stabil. 

Penurunan itu disertai net sell asing besar-besaran, terutama pada 13 November yang mencatatkan net foreign sell lebih dari Rp5,1 miliar. Sementara pada 18 November, ketika volume dan nilai transaksi melonjak besar, asing kembali mencatat net sell Rp4,84 miliar. 

Pola ini mengungkap sesuatu yang penting, di mana setiap kali DSNG naik dengan volume besar, asing justru memilih keluar. Dengan kata lain, kenaikan yang terjadi selama dua hari terakhir kemungkinan besar lebih merupakan pantulan teknikal daripada permulaan tren naik yang solid.

Buy on Support untuk Trader Jangka Pendek

Di tengah struktur yang rapuh ini, rekomendasi RHB Sekuritas “Buy on Support” di area 1.585 memang terlihat masuk akal dari sisi teknikal murni. Area tersebut berada dekat dengan low penting 1.580 dan menjadi zona uji ulang dari pantulan sebelumnya. 

Jika harga kembali turun ke sana dan bid bertahan, pantulan lanjutan ke arah 1.685 dan 1.755 cukup mungkin terjadi sebagai bagian dari swing rebound.

Tetapi jika menilai konteks secara lebih luas – terutama spread bid-offer hari ini, pola distribusi broker, dan jejak asing dalam beberapa minggu terakhir – rekomendasi itu lebih cocok untuk trader disiplin yang bermain dalam rentang pendek. 

Target 1.755, misalnya, berada di dekat area penolakan kuat pada 11 November dan memerlukan volume besar untuk ditembus. Tanpa dukungan akumulasi institusi, level tersebut lebih terlihat sebagai area distribusi lanjutan ketimbang target yang mudah dicapai.

Kesimpulannya, DSNG hari ini memang naik, tetapi strukturnya masih rapuh. Kenaikan terjadi saat likuiditas menyusut, orderbook menunjukkan tekanan jual yang lebih tebal dibanding minat beli, dan pola broker summary tidak menunjukkan akumulasi besar. 

Jika DSNG kembali turun menguji 1.585–1.600, barulah area itu menjadi titik yang layak diperhatikan untuk transaksi buy on support seperti disarankan RHB. Tetapi untuk menyimpulkan bahwa tren naik jangka menengah sudah kembali, data pergerakan saat ini masih belum cukup kuat. 

Trader boleh mengikuti setup teknikal RHB, tetapi investor perlu tetap berhati-hati melihat arah pergerakan DSNG yang masih cenderung fluktuatif dan belum stabil.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79