KABARBURSA.COM – Ekspansi ke kota-kota tier 2 dan tier 3 menjadi salah satu pendorong pertumbuhan PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) pada kuartal I 2026. Strategi ini terlihat dari komposisi pembukaan gerai baru di luar kota besar.
Sepanjang 1Q26, Fore Coffee menambah lebih dari 20 gerai baru, dengan lebih dari 40 persen di antaranya berlokasi di kota Tier 2 dan Tier 3.
Langkah ini merupakan upaya perseroan memperluas jangkauan pasar sekaligus menangkap permintaan di wilayah yang sebelumnya belum menjadi fokus utama.
Ekspansi tersebut turut mendorong pertumbuhan jaringan secara keseluruhan. Hingga akhir kuartal I 2026, jumlah gerai Fore Coffee mencapai 338 unit, meningkat 35 persen dibandingkan 251 gerai pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan menyebutkan bahwa pembukaan gerai dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan potensi lokasi serta penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) secara disiplin.
Di sisi kinerja, Fore mencatatkan laba bersih sebesar Rp9,4 miliar pada 1Q26, tumbuh 60,5 persen secara tahunan dari Rp5,9 miliar pada 1Q25. Pendapatan juga meningkat 52,4 persen YoY menjadi Rp444 miliar.
Pertumbuhan tersebut terjadi di tengah periode Ramadan yang umumnya menjadi low season serta kondisi geopolitik global yang disebut masih tidak menentu.
Direktur Utama FORE, Vico Lomar, mengatakan strategi ekspansi tetap dijalankan dengan fokus pada efisiensi operasional dan alokasi modal.
Menurutnya, hasil 1Q26 mencerminkan konsistensi pendekatan perseroan untuk terus menjaga keunggulan operasional, tidak pernah berkompromi terhadap kualitas produk, dan cermat dalam mengalokasikan modal.
“Setiap gerai baru yang kami buka merupakan hasil seleksi lokasi yang matang dan penggunaan dana IPO yang disiplin, dengan fokus yang jelas pada penciptaan imbal hasil yang berkelanjutan bagi para pemegang saham kami,” kata Vico dikutip dari keterbukaan informasi publik, Senin, 20 April 2026.
Vico menuturkan, meski kuartal ini diwarnai lingkungan makro yang penuh tantangan, pihaknya mengeksekusi dengan presisi.
“Kami tetap optimis terhadap trajektori bisnis ini dan terhadap kemampuan kami untuk terus menciptakan nilai seiring pertumbuhan skala usaha,” lanjut Vico.
Ekspansi Lini Bisnis Baru
Selain Fore Coffee, perseroan juga melanjutkan ekspansi pada lini bisnis Fore Donut. Setelah membuka dua gerai pada kuartal IV 2025, Fore Donut menambah lima gerai baru sepanjang 1Q26 dan menargetkan ekspansi lanjutan di sejumlah kota.
Komisaris Utama FORE, Willson Cuaca, menilai kinerja perseroan pada periode ini mencerminkan kemampuan bertahan di tengah tantangan eksternal.
Wilson menjelaskan, pada kuartal ini, FORE menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Menurutnya, tidak hanya periode kuartal yang lebih pendek akibat libur panjang, namun dinamika geopolitik global yang terus berkembang serta konflik yang masih berlangsung membuat lingkungan operasional menjadi sangat sulit diprediksi.
“Capaian pertumbuhan FORE sebesar 60,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya membuktikan bahwa Fore Coffee telah menjadi tempat nongkrong de-facto bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Harga Saham FORE
Sementara itu, pergerakan saham FORE pada perdagangan hari ini, Senin, 20 April 2026 berada di level Rp940 per saham, dengan rentang pergerakan harian antara Rp935 hingga Rp985.
Secara jangka pendek, saham ini tercatat melemah 1,05 persen dalam satu hari dan turun 3,57 persen dalam sepekan terakhir. Namun, dalam horizon lebih panjang, tren masih menunjukkan penguatan, dengan kenaikan 87,13 persen dalam satu bulan terakhir dan melonjak 129,27 persen dalam satu tahun.
Dari sisi orderbook, tekanan jual terlihat lebih dominan dibandingkan permintaan. Total antrian bid tercatat sekitar 67.025 lot, sementara antrian ask mencapai 37.069 lot, dengan level penawaran tertebal berada di kisaran Rp950 hingga Rp990.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp8,65 miliar dengan rata-rata harga di Rp953. Level batas atas (ARA) berada di Rp1.185 dan batas bawah (ARB) di Rp810.(*)