Logo
>

IHSG Hari ini Terperosok ke 5.839, Semua Sektor Merah

IHSG berakhir di zona merah dengan penurunan 1,70 persen pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026.

Ditulis oleh Syahrianto
IHSG Hari ini Terperosok ke 5.839, Semua Sektor Merah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis, 4 Juni 2026. 

Indeks utama bursa merosot tajam sebesar 1,70 persen atau turun 101,28 poin menuju level 5.839,79. Pelemahan ini terjadi di tengah nilai transaksi pasar yang tergolong sangat besar.

Sepanjang hari, laju indeks saham domestik ini terus berada di area negatif tanpa perlawanan berarti. IHSG mengawali perdagangan pada level 5.919,57 dan langsung terperosok cukup dalam pada sesi pagi. Titik terendah pergerakan indeks bahkan sempat menyentuh level 5.644,23 sesaat setelah pembukaan bursa.

Memasuki sesi siang hingga sore, indeks mencoba merangkak naik secara perlahan meninggalkan level terdasar. IHSG sempat menyentuh batas tertinggi harian pada posisi 5.924,51 namun gagal menembus zona hijau. 

Tekanan jual yang merata membuat indeks gagal kembali ke level penutupan hari sebelumnya di angka 5.941,07.

Aktivitas jual beli saham hari ini berlangsung sangat ramai dengan total nilai transaksi menembus angka Rp25,54 triliun. Investor mentransaksikan lebih dari 396 juta lot saham dengan frekuensi mencapai lebih dari 2,29 juta kali perdagangan. Pasar reguler mendominasi perputaran uang bursa dengan raihan nilai transaksi mencapai Rp23,87 triliun.

Kejatuhan bursa pada hari ini dipicu oleh rontoknya seluruh indeks sektoral tanpa tersisa. Sektor perindustrian menjadi pemberat utama laju IHSG dengan mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 4,07 persen. 

Sektor properti dan real estat menyusul di posisi kedua dengan tingkat koreksi tajam sebesar 3,28 persen.

Pelemahan juga menghantam keras saham-saham di sektor barang konsumsi non-primer dan infrastruktur. Kedua sektor tersebut masing-masing mencatatkan penurunan valuasi sebesar 2,36 persen dan 2,34 persen. 

Sektor keuangan yang berisi deretan bank raksasa turut menderita pelemahan indeks sebesar 2,04 persen.

Sektor teknologi menjadi kelompok saham dengan tingkat penurunan paling minim pada perdagangan hari ini. Indeks sektor digital ini hanya tergelincir 0,48 persen hingga akhir waktu operasional bursa. Sektor barang baku dan energi juga terkoreksi relatif tipis masing-masing sebesar 0,78 persen dan 0,81 persen.

Di tengah laju indeks yang berdarah, sejumlah saham justru mengalami tekanan jual hingga batas maksimal. Saham PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) memimpin daftar pelemahan usai anjlok 15 persen ke harga Rp204 per lembar. Saham PT Samindo Resources Tbk (MYOH) juga bernasib serupa dengan koreksi 15 persen menuju level Rp1.020.

Penurunan tajam juga dialami oleh emiten layanan transportasi PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA). Saham ini merosot 14,97 persen hingga berakhir stagnan pada harga Rp142 per lembar. 

PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) melengkapi deretan saham boncos dengan tingkat penurunan sebesar 14,94 persen.

Meski pasar tertekan hebat, beberapa saham lapis kedua justru berhasil mencetak lonjakan harga yang mengesankan. Saham PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) meroket 34,58 persen menuju level harga Rp144 per lembar. 

Pencapaian spektakuler ini membuat saham ESTI sukses menyentuh batas penolakan penawaran atas atau Auto Reject Atas (ARA).

Saham PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) ikut tampil gemilang dengan lonjakan harga harian sebesar 32,99 persen. Saham perusahaan properti ini melesat kencang hingga ditutup aman pada level Rp258. 

Selain itu, saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) turut menguat signifikan sebesar 24,45 persen menjadi Rp570.

Tingginya volatilitas harga mewarnai keseluruhan pergerakan bursa sepanjang hari Kamis ini. Derasnya perputaran nilai transaksi di pasar reguler menunjukkan tingginya reaktivitas para pelaku pasar modal. 

Investor kini menanti sentimen pemulihan fundamental untuk menopang kembali laju positif bursa pada perdagangan berikutnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.