KABARBURSA.COM – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Hery Gunardi membagikan beberapa tips memulai usaha bagi calon wirausahawan.
Tips ini disampaikan Hery di ajang Jogja Financial Festival yang digelar di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Sabtu, 23 Mei lalu.
Dalam sesi Education Class bersama Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung, Hery menyatakan bahwa langkah pertama sebelum memulai bisnis adalah memilih sektor usaha dengan hambatan masuk atau entry barrier yang rendah.
"Jadi kalau memang mau masuk mulai usaha, masuklah ke industri yang entry barrier enggak susah," kata Hery dalam keterangannya, Kamis 4 Juni 2026.
Selain memilih industri yang tepat, calon pengusaha juga perlu memahami kondisi pasar secara menyeluruh, mulai dari karakter konsumen hingga peta persaingan bisnis.
"Siapa pemainnya? Siapa pesaingnya? Siapa yang pegang market share paling besar? Kenapa dia bisa besar? Kenapa dia bisa lebih maju? Nah kita belajar dari yang sudah maju," ucap Hery.
Hery lalu menyoroti pentingnya manajemen keuangan yang disiplin sejak awal merintis usaha. Sebab banyak pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang gagal berkembang karena tidak memisahkan keuangan pribadi, dan bisnis.
Manajemen keuangan yang kurang optimal tersebut akan mempersulit pengusaha dalam mengukur kinerja bisnisnya secara akurat.
"Kebanyakan masih belum memisahkan antara catatan belanja pribadi dengan belanja usaha, itu catatannya sama. Jadi tidak tahu ini untung yang mana, rugi yang mana. Karena dipakai uangnya untuk hari-hari. Yang benar adalah, catatan keuangan pribadi dan usaha harus dipisah, jadi kelihatan bahwa usaha ini ada untung atau tidak," terangnya.
Lebih lanjut, Hery mengingatkan bahwa tantangan terbesar usaha pada enam bulan pertama bukan mengejar keuntungan, melainkan menjaga arus kas (cash flow) tetap sehat. Menurut dia, banyak usaha berhenti berkembang karena mengalami masalah likuiditas meski memiliki potensi pasar yang baik.
"Jadi misalnya gini, Bapak sebenarnya potensi punya cash flow bagus, tapi Bapak masih ngutang ke pelanggan, akhirnya cash-nya kan terlambat. Nah biasanya habis napas itu karena cash-nya tidak cukup," paparnya.
Terakhir, Hery mendorong pemanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar. Pemanfaatan media sosial dan platform digital dinilai mampu menekan biaya operasional sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
"Termasuk tadi juga menggunakan teknologi supaya biaya variabel bisa turun, bisa bersaing. Dan teknologi misalnya digunakan pakai internet, kemudian bisa jualan di TikTok, Instagram, dan juga lakukan inovasi-inovasi dari sisi digital dan online seperti itu," katanya.
Sementara itu Chairul Tanjung menilai, penguasaan teknologi menjadi faktor penting bagi keberhasilan bisnis di era digital.
Ia bilang, usaha dengan produk yang unik, memiliki pasar besar, dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.
"Nah itu akan hidup. Dan jangan lupa manfaatkan teknologi untuk adik-adik ini sekarang," jelas Chairul yang biasa disapa CT tersebut.
Ia menambahkan, pola konsumsi masyarakat juga akan semakin bergeser ke platform digital. Sehingga pelaku usaha tidak lagi bergantung pada toko fisik dalam menjangkau konsumen.
"Namanya TikTok itu berpengaruh sangat luar biasa dalam namanya promosi barang, namanya jualan, sudah mengalahkan jauh Instagram, apalagi Facebook. Jadi, harus paham teknologi," pungkas CT. (info-bks/*)