KABARBURSA.COM – KABARBURSA.COM – PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) terlibat dalam konsorsium pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Keterlibatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Framework Agreement oleh anak usaha DAAZ, Daaz Nexus Energy Limited, bersama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Industri Baterai Indonesia (IBI), dan HYD Investment Limited pada 30 Januari 2026.
Manajemen DAAZ menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut masih berada pada tahap awal kerja sama. Framework Agreement yang ditandatangani berfungsi sebagai kerangka dasar kolaborasi dan belum memuat kewajiban investasi yang bersifat final maupun mengikat bagi para pihak.
“Pelaksanaan kerja sama selanjutnya masih bergantung pada pemenuhan ketentuan prasyarat pendahuluan, serta perundingan dan penandatanganan perjanjian-perjanjian definitif,” tulis manajemen DAAZ dalam keterbukaan informasi, Sabtu, 31 Januari 2026.
DAAZ menegaskan bahwa setiap tindak lanjut dari kerja sama tersebut akan dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pada tahap saat ini, penandatanganan Framework Agreement tersebut dipastikan belum menimbulkan dampak terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Sebagai informasi, HYD Investment Limited merupakan entitas yang dibentuk oleh konsorsium perusahaan global, yang terdiri atas Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd dan EVE Energy Co Ltd. Kedua perusahaan tersebut dikenal sebagai pelaku utama dalam rantai pasok baterai dan material energi baru secara global.
DAAZ tercatat sebagai emiten papan utama Bursa Efek Indonesia yang bergerak di sektor barang baku. Kegiatan usaha perusahaan mencakup perdagangan besar logam dan bijih logam, serta aktivitas sebagai perusahaan holding.
Komoditas yang diperdagangkan DAAZ meliputi batu bara, bijih nikel, dan bahan bakar minyak. Batu bara yang dipasarkan perusahaan dipasok untuk kebutuhan pembangkit listrik, sementara bijih nikel dijual kepada smelter yang beroperasi di wilayah Sulawesi.
Adapun komoditas bahan bakar minyak yang diperdagangkan perusahaan berupa high speed diesel, yang dipasarkan kepada konsumen dari kalangan industri, termasuk sektor pertambangan, smelter, dan transportasi.
Pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, saham DAAZ ditutup menguat 11,01 persen ke level Rp3.730. Penguatan tersebut terjadi setelah saham DAAZ mengalami koreksi dalam dua hari sebelumnya, masing-masing sebesar 14,97 persen pada 28 Januari dan 10,40 persen pada 29 Januari 2026. (*)