KABARBURSA.COM – PT Elnusa Tbk (ELSA) menargetkan efisiensi operasional hingga 25 persen seiring transformasi menjadi low-cost operator di sektor hulu minyak dan gas. Strategi ini difokuskan pada pengembangan lapangan marginal di tengah dinamika industri energi global.
Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca menyampaikan perusahaan mengarahkan model bisnis pada efisiensi berbasis teknologi.
“Ke depan, kami akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal. Kami menargetkan kegiatan operasi bisa 15 persen hingga 20 persen, bahkan mencapai 25 persen lebih efisien dibandingkan operasi migas saat ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu, 7 April 2026.
Litta menjelaskan langkah ini menjadi respons atas volatilitas harga minyak dunia dan dinamika geopolitik global. Selain itu, strategi tersebut juga selaras dengan target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari.
Perusahaan mengusung tema “Rediscover Technology and Innovation Age” sebagai arah transformasi pada 2026. Fokus ini menekankan pemanfaatan teknologi secara adaptif serta penguatan budaya inovasi di seluruh lini operasional.
Dalam implementasinya, Elnusa memperkuat kapabilitas layanan hulu migas terintegrasi yang mencakup geoscience, survei seismik, pengeboran, hingga optimasi lapangan eksisting.
Perseroan juga meningkatkan sinergi dengan entitas dalam Pertamina Group seperti Pertamina Hulu Energi dan Pertamina Technology, Innovation & Infrastructure.
Salah satu pengembangan teknologi dilakukan melalui pemanfaatan vibroseis untuk mendukung enhanced oil recovery. Selain itu, perusahaan mengoperasikan teknologi inline inspection untuk memantau kondisi jaringan pipa migas nasional.
“Melalui teknologi ILI, kami dapat melakukan deteksi dini terhadap kondisi pipa, sehingga tindakan pemeliharaan dapat dilakukan secara tepat waktu sebelum terjadi potensi kebocoran,” kata Litta.
Teknologi tersebut digunakan untuk memastikan keandalan jaringan pipa migas sepanjang lebih dari 21.000 kilometer. Penguatan aspek operasional ini menjadi bagian dari strategi menjaga efisiensi dan keselamatan.
Di sisi lain, Elnusa juga melakukan diversifikasi usaha di luar sektor inti migas. Perusahaan mengembangkan jasa survei seismik untuk sektor non-migas serta memperluas pasar internasional melalui pengiriman Oil Country Tubular Goods, termasuk ke Aljazair.
Litta menyatakan langkah ini didorong oleh penerapan operational excellence dan integrasi bisnis secara menyeluruh. Perusahaan juga terus melakukan peningkatan teknologi untuk mendukung kinerja operasional.
“Ke depan, kami akan terus meng-upgrade teknologi untuk memberikan kontribusi optimal terhadap target produksi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis,” ujarnya.(*)