Logo
>

Emas Datar di Tengah Gejolak Global dan Penyesuaian Indeks Komoditas

Emas spot tercatat stagnan di level USD4.452,64 per ons

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Emas Datar di Tengah Gejolak Global dan Penyesuaian Indeks Komoditas
Ilustrasi emas perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Harga emas bergerak nyaris tanpa arah pada perdagangan Kamis, ketika investor memilih bersikap waspada sambil menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Di saat yang sama, tekanan jangka pendek dari penyesuaian indeks komoditas global masih menjadi penahan laju kenaikan logam mulia.

    Emas spot tercatat stagnan di level USD4.452,64 per ons pada pukul 01.34 WIB. Harga tersebut pulih dari posisi terendah sesi di USD4.406,89 per ons, sebagaimana dilaporkan Reuters dari Bengaluru pada Kamis atau Jumat 9 Desember 2026 dini hari WIB.

    Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari ditutup sedikit lebih rendah di posisi USD4.460,70 per ons.

    Pasar juga tengah dibayangi proses rebalancing tahunan Bloomberg Commodity Index yang dimulai pekan ini. Penyesuaian tersebut merupakan agenda rutin untuk menyelaraskan kembali bobot komoditas dengan dinamika pasar terkini, namun kerap memicu gejolak harga dalam jangka pendek.

    “Akan ada tekanan pada emas dan perak dalam beberapa sesi ke depan selama proses penyesuaian indeks berlangsung,” ujar Bob Haberkorn, Senior Market Strategist RJO Futures. Ia menambahkan, setelah proses tersebut mereda sekitar pertengahan pekan depan, pasar berpotensi menawarkan titik masuk yang lebih menarik bagi investor berorientasi jangka panjang.

    Fokus pelaku pasar kini mengarah pada laporan nonfarm payrolls Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis Jumat. 

    Berdasarkan jajak pendapat Reuters, ekonomi AS diperkirakan menambah sekitar 60.000 lapangan kerja sepanjang Desember, lebih rendah dibandingkan 64.000 pada bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran diproyeksikan turun tipis menjadi 4,5 persen dari sebelumnya 4,6 persen.

    Saat ini, pasar memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali sepanjang 2026. Dalam lanskap suku bunga rendah, emas—sebagai aset tanpa imbal hasil—cenderung kembali diminati sebagai instrumen lindung nilai.

    Sejumlah indikator ekonomi AS terbaru turut menguatkan ekspektasi tersebut. Klaim pengangguran mingguan tercatat meningkat secara moderat, menyusul laporan sebelumnya yang menunjukkan penurunan lowongan kerja November yang lebih dalam dari perkiraan serta pertumbuhan payroll sektor swasta Desember yang meleset dari proyeksi.

    Dari sisi geopolitik, ketegangan global tetap menjadi bantalan harga emas. Situasi memanas setelah dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela disita di kawasan Atlantik. Di saat bersamaan, pejabat AS dilaporkan tengah membahas kemungkinan pemberian insentif tunai kepada warga Greenland guna mendorong pemisahan dari Denmark dan membuka jalan kedekatan dengan Amerika Serikat.

    Sejalan dengan meningkatnya risiko geopolitik dan membengkaknya beban utang fiskal global, HSBC memproyeksikan harga emas berpeluang menembus USD5.000 per ons pada paruh pertama 2026.

    Di sisi lain, logam mulia lainnya justru bergerak melemah. Harga perak spot terperosok 3,2 persen ke USD75,64 per ons, platinum terkoreksi 2,3 persen menjadi USD2.253,91 per ons, sementara paladium turun 1,1 persen ke level USD1.745 per ons.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Pramirvan Datu

    Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.