KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, menunjukkan arah berbeda dibandingkan mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sebagian besar mengalami tekanan tajam.
Pada sesi perdagangan yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 4,32 persen ke level 7.596. Tekanan jual terjadi secara luas dengan lebih dari 700 saham tercatat berada di zona merah sepanjang sesi perdagangan.
Di tengah kondisi tersebut, saham ENRG justru berada di zona penguatan. Hingga sesi siang, saham perusahaan energi tersebut diperdagangkan di level Rp2.220 per saham atau naik sekitar 4,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Sepanjang sesi perdagangan, saham ENRG bergerak dalam rentang yang cukup lebar. Harga sempat menyentuh level tertinggi intraday di Rp2.420 sebelum mengalami pergerakan koreksi terbatas.
Dari sisi aktivitas perdagangan, saham ENRG juga mencatatkan volume transaksi yang relatif besar. Hingga pertengahan sesi, volume perdagangan tercatat telah melampaui 735 juta lembar saham.
Harga Minyak Melonjak
Pergerakan saham ENRG terjadi bersamaan dengan perkembangan harga komoditas energi global. Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent dilaporkan bergerak di kisaran di atas USD80 per barel. Kenaikan tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik Iran dan Israel serta meningkatnya perhatian pasar terhadap jalur distribusi energi global di kawasan Teluk.
BlackRock Catatkan Kepemilikan ENRG
Di sisi lain, data kepemilikan saham menunjukkan adanya perubahan komposisi pemegang saham institusi pada ENRG dalam beberapa bulan terakhir.
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk tercatat memiliki porsi kepemilikan sekitar 11,96 persen saham ENRG berdasarkan laporan kepemilikan saham tertanggal 23 Desember 2025. Kepemilikan tersebut setara dengan sekitar 3,15 miliar lembar saham.
Trimegah Sekuritas merupakan perusahaan sekuritas yang berada dalam kelompok usaha yang dipimpin oleh Boy Thohir melalui PT Galangan Kapal Biru.
Selain itu, laporan kepemilikan saham pada awal 2026 juga menunjukkan masuknya institusi investasi global BlackRock Inc. sebagai salah satu pemegang saham pada ENRG.
Akumulasi kepemilikan oleh BlackRock dilaporkan terjadi pada periode Januari hingga Februari 2026 melalui berbagai instrumen dana kelolaan yang dikelola perusahaan tersebut.
Perubahan struktur kepemilikan institusional tersebut terjadi berdekatan dengan perkembangan harga komoditas energi global serta aktivitas perdagangan saham ENRG di pasar reguler.
Kinerja Keuangan Naik 21 Persen
Dari sisi kinerja operasional, Energi Mega Persada juga melaporkan peningkatan kinerja keuangan pada tahun buku 2025. Perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar USD91,53 juta, meningkat sekitar 21 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar USD75,39 juta.
Pendapatan perusahaan pada periode yang sama tercatat sebesar USD498,12 juta, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD467,42 juta.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan perusahaan tercatat sebesar USD316,64 juta, turun dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya yang mencapai USD319,36 juta.
Sepanjang sesi perdagangan yang sama, sejumlah saham lain di bursa justru mencatatkan penurunan signifikan. Beberapa saham yang berada di kelompok penurunan terdalam di antaranya ELPI dan ARTA yang tercatat mengalami pelemahan dua digit.
Data perdagangan sektor juga menunjukkan tekanan yang cukup besar pada beberapa sektor saham di Bursa Efek Indonesia. Sektor bahan baku tercatat mengalami penurunan hingga lebih dari delapan persen, sementara sektor transportasi juga berada di zona koreksi yang dalam.
Di tengah dinamika tersebut, saham-saham sektor energi termasuk ENRG, BUMI, dan MEDC tercatat tetap aktif diperdagangkan sepanjang sesi perdagangan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.