KABARBURSA.COM - PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan membagikan dividen tahun buku 2025 setelah disepakati lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Jumat, 5 Juni 2026, RUPST setuju akan menebar dividen sebesar Rp2,77 triliun atau Rp105 per saham.
"Dividen akan dibagikan kepada 26,46 miliar saham Perseroan yang beredar," tulis manajemen.
Berikut jadwal pembagian dividen PSAB:
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 11 Juni 2026
- Ex Dividen di pasar reguler dan negosiasi: 12 Juni 2026
- Cum dividen di pasar tunai: 15 Juni 2026
- Recording date untuk dividen : 15 Juni 2026
- Ex Dividen di Pasar Tunai: 17 Juni 2026
- Pembayaran Dividen: 30 Juni 2026
Perlu diketahui, manajemen PSAB menyampaikan investor yang berhak atas dividen adalah namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal 15 Juni 2026 sampai dengan pukul 16.00 WIB.
Adapun kepastian pembagian dividen ini membuat saham PSAB ditutup melonjak hingga 6,38 persen atau naik 30 poin ke level 500 pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026.
Catat Kinerja Gemilang di 2025
PSAB berhasil mencatat pertumbuhan laba yang agresif pada tahun buku 2025. Emiten tambang emas ini sukses membukukan laba bersih sebesar USD36,30 juta atau melonjak sekitar 285 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD9,42 juta.
Peningkatan laba tersebut tidak lepas dari pertumbuhan laba perusahaan yang tercatat USD288,75 juta pada 2025, naik 22,35 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar USD236,01 juta.
Di samping itu, beban pokok penjualan PSAB pada 205 menurun menjadi USD118,57 juta dari USD122,23 juta pada tahun sebelumnya. Hal ini membuat laba bruto perusahaan melonjak di angka USD170,18 juta dari USD113,78 juta pada 2024.
Dari sisi neraca, pada akhir 2025 PSAB memiliki total aset sebesar USD821,57 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai USD866,71 juta
Pada saat yang sama, total liabilitas PSAB turun signifikan menjadi USD367,04 juta dari USD464,23 juta pada 2024. Sejalan dengan itu, total ekuitas meningkat menjadi USD454,53 juta dari USD402,48 juta pada akhir 2024. (*)