Logo
>

Laba CBDK Meroket 317 Persen tapi Saham Loyo, Efek Free Float Minim?

Bangun Kosambi Sukses mencatatkan lonjakan laba bersih ratusan persen di kuartal pertama namun harga sahamnya justru ditutup melemah.

Ditulis oleh Syahrianto
Laba CBDK Meroket 317 Persen tapi Saham Loyo, Efek Free Float Minim?
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membukukan lonjakan laba bersih secara impresif hingga 317 persen menjadi Rp542 miliar pada kuartal pertama tahun ini. (Foto: Dok. CBDK)

KABARBURSA.COM – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membukukan lonjakan laba bersih secara impresif hingga 317 persen menjadi Rp542 miliar pada kuartal pertama tahun ini di tengah bayang bayang pelemahan pergerakan saham perusahaan di pasar modal nasional.

Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo menyatakan komitmen jangka panjang perusahaan untuk terus memperluas sumber pertumbuhan usaha di kawasan terpadu Pantai Indah Kapuk Dua. Beliau memaparkan strategi korporasi tersebut secara mendetail dalam forum ekspos publik tahunan yang diselenggarakan secara daring bersama otoritas bursa.

"Fokus kami tidak hanya pada monetisasi commercial land plot tetapi juga memperkuat fondasi recurring income melalui aset aset strategis seperti NICE dan Hotel Hilton Jakarta PIK2," tegas Steven Kusumo dalam siaran persnya.

Kinerja gemilang emiten pengembang properti pelat swasta ini ditopang penuh oleh perolehan pendapatan usaha yang sukses mencapai angka Rp743 miliar. Angka pemasukan tersebut mencerminkan pertumbuhan masif sebesar 74 persen apabila disandingkan secara langsung dengan realisasi periode yang sama tahun lalu. Penjualan kaveling tanah komersial terbukti sukses menjadi mesin penyumbang utama bagi kelancaran arus kas perusahaan.

Pencapaian fundamental yang sangat solid tersebut ternyata masih belum mampu secara instan mengangkat laju performa saham perusahaan di bursa efek. Harga saham emiten berkode CBDK ditutup melemah 0,90 persen menuju level Rp3.310 per lembar saham. Tren penurunan harga secara harian ini diwarnai dengan catatan volume perdagangan pasar yang mencapai angka 1,84 juta lembar saham.

Rentang pergerakan harga saham emiten properti ini terpantau cukup dinamis dan sangat fluktuatif sepanjang sesi perdagangan hari ini. Jajaran saham tersebut sempat menyentuh level titik resistensi tertinggi di angka Rp3.390 sebelum kemudian terperosok mundur hingga menyentuh titik terendah Rp3.200 per lembar. Total nilai keseluruhan transaksi perdagangan bursa tercatat bergerak lambat di kisaran angka Rp6,1 miliar.

Komposisi kepemilikan saham perusahaan di papan pencatatan menunjukkan tingginya dominasi kendali dari pihak entitas induk. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebagai pemegang saham pengendali mutlak sukses menggenggam porsi mayoritas absolut sebesar 87,27 persen. Tingginya porsi kepemilikan institusi raksasa ini membuat peredaran saham di pasar reguler menjadi sangat terbatas bagi investor ritel.

Porsi kepemilikan saham oleh publik atau kelompok masyarakat non warkat tercatat sangat sempit pada angka 12,49 persen saja. Angka rasio saham publik atau rasio free float yang tergolong minim ini turut mempengaruhi tingkat kelancaran likuiditas transaksi saham harian di lantai bursa. Para analis pialang bursa menilai struktur permodalan ketat ini membuat pergerakan harga saham rentan terhadap aksi beli maupun jual dalam jumlah yang kecil.

Porsi kepemilikan minoritas sisa sebesar 0,24 persen dialokasikan secara penuh sebagai komponen saham tresuri perusahaan pelat swasta ini. Jumlah kepemilikan portofolio saham tresuri sebanyak 13,40 juta lembar tersebut merupakan hasil rill dari program pembelian kembali saham oleh jajaran manajemen. Langkah taktis penyedotan suplai saham dari pasar ini sengaja diambil jajaran direksi demi menjaga tingkat stabilitas harga di tengah tingginya dinamika bursa.

Steven Kusumo kembali meyakinkan barisan para pemodal bursa mengenai besarnya prospek kemajuan fundamental kawasan ekosistem bisnis terpadu tersebut di masa mendatang. Beliau sangat optimistis kehadiran berbagai fasilitas berskala internasional akan sukses mendongkrak kualitas struktur pendapatan perseroan dalam jangka waktu panjang. Pihak pengelola secara resmi menargetkan fasilitas gedung konvensi raksasa berkapasitas seratus ribu orang segera beroperasi secara parsial pada bulan Agustus mendatang.

Forum rapat umum pemegang saham tahunan emiten ini juga baru saja merestui rencana pembagian keuntungan tunai secara merata dari hasil kinerja periode lalu. Perusahaan menyatakan diri siap membagikan dividen tunai sebesar Rp5 per lembar saham dengan total estimasi nilai alokasi dana mencapai sekitar Rp28,3 miliar. Rencana distribusi kekayaan bagi pemegang saham ini menjadi bukti tak terbantahkan mengenai fakta kesehatan tingkat likuiditas internal korporasi.

Posisi neraca keuangan milik pengembang properti kawasan ini menunjukkan tingkat ketahanan struktur permodalan yang sangat prima di lapangan. Total nilai keseluruhan aset bangunan perusahaan sukses menembus angka skala raksasa yakni Rp22,4 triliun hingga penutupan akhir bulan Maret lalu. 

Manajemen berhasil secara efisien menjaga ketersediaan kas tunai perusahaan di level sangat aman Rp2,7 triliun guna mendukung kesiapan kelanjutan berbagai rencana ekspansi pembangunan secara berkesinambungan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.