Logo
>

ESTI Meledak, Terkunci ARA: Akankah Berlanjut Pekan Depan?

Lonjakan ESTI ke batas ARA terjadi dalam likuiditas padat, orderbook terkunci, dan rotasi broker besar. Data menunjukkan fase kejar harga belum jenuh, tapi sensitivitas arah makin tinggi.

Ditulis oleh Yunila Wati
ESTI Meledak, Terkunci ARA: Akankah Berlanjut Pekan Depan?
Ilustrasi industri tekstil Indonesia. Foto: Dok Kemenperin.

KABARBURSA.COM - Lonjakan saham PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, bukan sekadar pantulan teknikal. Harga ditutup melonjak 34,75 persen ke level 190, tepat di batas atas auto rejection atas (ARA), setelah dibuka di 142 dan sempat turun ke 129. 

Sepanjang sesi, tekanan beli terus menguat hingga mendorong harga menyentuh level tertinggi hariannya di 190 dan bertahan di sana hingga penutupan.

Struktur perdagangan saham yang memulai IPO pada 13 Oktober 1992 ini menunjukkan bukan kenaikan yang rapuh. Volume transaksi mencapai 2,07 juta lot dengan nilai Rp36,5 miliar, sementara frekuensi menembus 11 ribu kali.

Hal ini penting, karena lonjakan yang disertai ribuan transaksi kecil biasanya mencerminkan partisipasi pasar yang luas, bukan hanya dorongan satu pihak. Pola ini berbeda dengan lonjakan instan yang mudah ambruk keesokan harinya.

Dari orderbook, sinyalnya bahkan lebih jelas. Seluruh lapisan atas dipenuhi antrean bid, dengan tumpukan besar tepat di harga penutupan 190. Hampir tidak ada lapisan offer yang aktif di atasnya. Ini menciptakan kondisi khas saham yang sedang “dikunci” pembeli. Ketika supply mengering dan bid menumpuk, pasar biasanya sedang memasuki fase kejar harga, bukan fase bagi-bagi barang.

Yang membuat pergerakan ini semakin relevan adalah siapa yang bermain di balik layar. Dari broker summary, sisi beli dipimpin oleh Yakin Bertumbuh (YB) dengan nilai Rp654,1 miliar di harga rata-rata 185.

Disusul Stockbit Sekuritas (XL) dengan Rp235,5 miliar di harga 177, serta UBS Sekuritas (AK) yang mengoleksi Rp195 miliar di harga 180. Ini bukan nominal kecil. Ini adalah tipe aliran dana yang jarang muncul pada saham yang hanya “dipompa” satu hari.

Di sisi jual, terlihat beberapa nama besar seperti Mirae Asset (YP), Indo Premier (PD), dan Sucor Sekuritas (AZ) yang melepas di rentang harga 158–180. Artinya, terjadi rotasi kepemilikan yang nyata, yang satu keluar, yang lain masuk dengan ukuran jauh lebih besar. Ini adalah struktur yang jauh lebih sehat dibandingkan reli yang hanya ditopang satu aktor dominan.

Tanda-tanda Jenuh Belum Ada, Lanjut ARA?

Jika ditarik ke grafik harian, ESTI sebenarnya sudah membangun cerita ini sejak lama. Setelah lama bergerak datar, saham ini mulai naik bertahap sejak kuartal IV 2025, sempat mengalami lonjakan tajam di Desember, lalu terkoreksi dan masuk fase konsolidasi di area 110–130. 

Fase datar ini penting, karena biasanya menjadi area penyerapan. Dan sekarang, saham ini baru saja keluar dari fase tersebut dengan candle besar dan volume ekstrem.

Secara struktur, ini bukan lonjakan di tengah kehampaan, melainkan lanjutan dari fase build-up yang sudah berlangsung berminggu-minggu. Breakout-nya pun disertai volume tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Ini adalah kombinasi yang jarang muncul jika reli hanya bersifat sesaat.

Pertanyaannya, apakah pekan depan ESTI masih bisa lanjut ARA?

Secara probabilitas, peluangnya masih terbuka. Selama antrean bid tetap tebal, supply tetap tipis, dan tidak muncul tekanan jual besar sejak awal sesi, saham seperti ini sering kali masih punya satu atau dua hari lanjutan. Bukan karena “harus naik”, tetapi karena mekanisme supply–demand masih timpang.

Namun, fase seperti ini juga sangat sensitif. Begitu satu lapisan bid besar mulai ditarik atau sisi offer tiba-tiba menebal, arah bisa berubah cepat. Ini bukan fase nyaman, melainkan fase tarik-menarik.

Yang bisa dibaca dari data hari ini adalah bahwa ESTI belum menunjukkan tanda-tanda jenuh. Baik dari grafik, orderbook, maupun broker summary, semuanya masih mengarah pada satu cerita: saham ini sedang diburu, bukan dibuang.

Jika pola ini berlanjut, pekan depan ESTI masih berpotensi melanjutkan euforianya. Tapi pasar juga perlu diingatkan, semakin tinggi harga, semakin tipis toleransi terhadap sentimen negatif. Di fase seperti ini, satu hari bisa menentukan apakah ini akan menjadi reli beruntun, atau justru titik balik.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79