KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia mencatatkan Reksa Dana Indo ETF RDN Kas Bertumbuh dengan kode XRDN, yang menjadi ETF berbasis pasar uang di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Senin, 29 Desember 2025.
Pencatatan ini menandai hadirnya instrumen baru untuk pengelolaan dana jangka pendek yang diperdagangkan secara real time di bursa.
XRDN resmi mulai diperdagangkan pada Senin, 29 Desember 2025. Pada saat pencatatan perdana, dana kelolaan atau asset under management produk ini langsung mencapai Rp516,88 miliar.
Produk tersebut diterbitkan oleh PT Indo Premier Investment Management sebagai Manajer Investasi. XRDN dirancang sebagai ETF pasar uang aktif dengan underlying berupa instrumen pasar uang dalam negeri dan atau deposito, giro, serta kas. Nilai aktiva bersih awal ditetapkan Rp100 per unit dengan jumlah unit penyertaan awal sebanyak 5.168.800.000 unit.
Minimum pembelian XRDN di pasar primer ditetapkan sebesar 100.000 unit penyertaan, sementara di pasar sekunder investor dapat bertransaksi mulai dari 100 unit penyertaan. Dengan struktur tersebut, XRDN diharapkan dapat diakses oleh investor ritel maupun institusi yang membutuhkan fleksibilitas pengelolaan kas.
Direktur Indo Premier Investment Management, Noviono Darmosusilo, mengatakan kehadiran XRDN merupakan respons atas kebutuhan investor terhadap instrumen setara kas yang stabil dan likuid. Ia menyebut masyarakat pemodal membutuhkan alternatif pengelolaan dana jangka pendek yang tidak hanya aman, tetapi juga fleksibel.
“Reksa Dana Indo ETF RDN Kas Bertumbuh hadir untuk memenuhi kebutuhan instrumen setara kas yang stabil, likuid, dan fleksibel. Investor kini bisa melakukan penempatan dan penarikan dana sepanjang jam perdagangan bursa,” ujar Noviono Senin, 29 Desember 2025.
Ia menjelaskan, selama ini reksa dana pasar uang konvensional memiliki keterbatasan dari sisi waktu subscription dan redemption. Melalui mekanisme ETF, XRDN memungkinkan transaksi dilakukan secara intraday dengan transparansi nilai aktiva bersih yang dapat dipantau secara real time.
Ia menyebut peluncuran XRDN juga sejalan dengan pertumbuhan pesat industri ETF dan reksa dana pasar uang di Indonesia. Dalam 12 tahun terakhir, dana kelolaan ETF di Indonesia tumbuh rata-rata 20,45 persen per tahun pada periode 2014 hingga November 2025.
Sementara itu, dana kelolaan reksa dana pasar uang meningkat 59,68 persen sejak awal 2025, didorong kebutuhan penempatan dana jangka pendek di tengah dinamika pasar.
Menurut Noviono, kondisi tersebut menunjukkan adanya ruang besar bagi inovasi produk yang menggabungkan stabilitas pasar uang dengan keunggulan mekanisme ETF. XRDN dirancang dengan fokus pada perlindungan modal, volatilitas rendah, serta kemudahan akses likuiditas.
Ia menambahkan, XRDN merupakan ETF ke-16 yang dikelola oleh Indo Premier Investment Management dan menjadi ETF ke-46 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. “Ini menegaskan posisi kami sebagai pemimpin pasar ETF di Indonesia,” katanya.
Dari sisi perdagangan, XRDN juga menawarkan keunggulan pencairan dana pada hari yang sama. Direktur Indo Premier Sekuritas, Paulus Soehianto, mengatakan fitur redemption T+0 memberikan fleksibilitas lebih bagi investor dalam mengelola kebutuhan kas.
“Dengan redemption T+0, investor dapat mencairkan dana pada hari yang sama. Ini menjadi solusi bagi investor yang membutuhkan akses cepat terhadap dana dengan stabilitas nilai,” jelas Paulus.
Ia menilai, minat terhadap ETF terus meningkat karena kemudahan transaksi, transparansi portofolio, nilai aktiva bersih real time, serta efisiensi biaya. Faktor-faktor tersebut dinilai memberi kendali lebih besar bagi investor dalam menghadapi berbagai kondisi pasar.
Dalam peluncuran XRDN, Indo Premier Investment Management menggandeng Deutsche Bank AG Cabang Jakarta sebagai bank kustodian dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai dealer partisipan. Penunjukan ini menjadi mandat ke-18 bagi Deutsche Bank AG Cabang Jakarta sebagai bank kustodian untuk produk reksa dana yang dikelola Indo Premier Investment Management.
Direktur Deutsche Bank AG Cabang Jakarta, Ricky, menyampaikan kehadiran XRDN akan memperkaya pilihan produk investasi di pasar modal domestik. “Produk ini memberikan tambahan opsi bagi investor, baik untuk diversifikasi maupun pengelolaan likuiditas,” ujarnya.(*)