KABARBURSA.COM – PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) menuntaskan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD I) atau private placement dengan menerbitkan 143,22 juta saham baru.
Aksi korporasi ini setara dengan 3,63 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh sebelum pelaksanaan, dengan tingkat dilusi sekitar 3,50 persen.
Manajemen Perseroan menegaskan PMTHMETD dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan dan menjaga fleksibilitas pendanaan.
“Partisipasi investor, termasuk pihak terafiliasi, memberikan kepastian pendanaan sehingga Perseroan dapat memperoleh tambahan modal secara tepat waktu,” ujar direksi perseroan dalam keterbukaan informasi, Kamis, 8 Januari 2026.
Dari sisi skala, tingkat dilusi yang timbul tergolong moderat. Jumlah saham baru yang diterbitkan berada jauh di bawah batas maksimal PMTHMETD sebesar 10 persen sesuai ketentuan regulator.
Dengan proporsi tersebut, dampak terhadap kepemilikan pemegang saham publik dinilai terbatas dan tidak bersifat agresif.
PMTHMETD I dilaksanakan dengan harga pelaksanaan Rp398 per saham. Harga ini ditetapkan mengacu pada ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni minimal 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham Perseroan di pasar reguler selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum permohonan pencatatan saham baru. Penetapan harga tersebut berpotensi menjadi referensi pasar dalam jangka pendek.
Manajemen menyampaikan bahwa dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha dan investasi, serta memenuhi kebutuhan modal kerja dan keperluan umum Perseroan maupun entitas anak.
“Dengan tersedianya dana hasil PMTHMETD, Perseroan memiliki ruang yang lebih luas untuk memperkuat struktur permodalan dan merealisasikan peluang pengembangan usaha,” tulis manajemen.
Struktur investor yang menyerap saham baru juga menjadi perhatian pelaku pasar. Saham hasil PMTHMETD diambil oleh PT Garam Ventura Indonesia selaku pemegang saham utama Perseroan serta satu investor non-afiliasi.
Komposisi tersebut mengindikasikan bahwa saham baru tidak langsung dialirkan ke pasar terbuka, sehingga potensi tekanan pasokan di pasar reguler relatif terbatas.
Dari perspektif valuasi, aksi korporasi ini dinilai bersifat netral hingga konstruktif. Tambahan ekuitas meningkatkan basis permodalan Perseroan, sementara dampak dilusi dapat terkompensasi apabila dana yang dihimpun mampu mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba. Dalam kondisi tersebut, tekanan terhadap laba per saham berpotensi bersifat sementara. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.