KABARBURSA.COM – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mulai mempercepat ekspansi bisnisnya dengan mengandalkan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Dana tersebut kini terlihat mengalir langsung ke pembukaan gerai baru hingga pengembangan lini usaha.
Direktur Utama FORE Vico Lomar menegaskan, ekspansi yang dilakukan bukan sekadar menambah jumlah gerai, melainkan bagian dari strategi yang sudah disiapkan sejak IPO. Setiap lokasi dipilih melalui proses yang ketat, dengan tujuan menjaga imbal hasil tetap terukur.
“Setiap gerai baru yang kami buka merupakan hasil seleksi lokasi yang matang dan penggunaan dana IPO yang disiplin,” ujar Vico dalam keterbukaan informasi.
FORE sebelumnya mengantongi dana lebih dari Rp353 miliar dari IPO pada April 2025, dengan dana bersih sekitar Rp337 miliar. Dana ini sejak awal memang disiapkan untuk ekspansi agresif, termasuk rencana pembukaan hingga 140 gerai Fore Coffee dan 30 gerai Fore Donut, serta kebutuhan modal kerja.
Realisasinya mulai terlihat pada kuartal I-2026. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, perusahaan sudah menambah lebih dari 20 gerai baru. Angka ini menunjukkan bahwa dana IPO tidak hanya disimpan sebagai cadangan, tetapi langsung diputar untuk mendorong pertumbuhan jaringan.
Di saat yang sama, arah penggunaan dana juga mulai melebar ke lini bisnis baru. Fore Donut, yang baru diperkenalkan pada akhir 2025, kini mulai diperluas sebagai bagian dari strategi diversifikasi. Penambahan gerai dilakukan secara bertahap, sambil menguji respons pasar di beberapa kota.
Langkah ini menunjukkan bahwa ekspansi FORE tidak hanya bertumpu pada satu merek. Perusahaan mulai membangun struktur bisnis yang lebih berlapis, dengan kopi sebagai inti dan lini makanan sebagai pelengkap yang bisa memperkuat trafik pelanggan.
Di balik ekspansi tersebut, manajemen tetap menahan diri agar pertumbuhan tidak lepas dari kendali. Vico menyebut perusahaan tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi dan profitabilitas, terutama dalam penggunaan modal.
“Kami tetap fokus pada keunggulan operasional dan cermat dalam mengalokasikan modal,” katanya.
Dengan pendekatan ini, ekspansi yang dilakukan bukan sekadar mengejar skala, tetapi juga diarahkan untuk membangun fondasi bisnis jangka menengah. Dana IPO, dalam hal ini, menjadi instrumen utama untuk mempercepat fase tersebut tanpa harus mengorbankan disiplin keuangan.(*)