KABARBURSA.COM - Kinerja PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) pada kuartal I-2026 menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang terjadi bersamaan dengan ekspansi agresif jaringan gerai, meskipun berlangsung di tengah periode musiman yang cenderung menekan konsumsi.
Pada tiga bulan pertama 2026, FORE membukukan penjualan bersih sebesar Rp444,4 miliar, meningkat 52 persen dibandingkan Rp291,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini berjalan seiring dengan kenaikan EBITDA sebesar 66,7 persen menjadi Rp81,1 miliar, dengan margin yang melebar dari 16,7 persen menjadi 18,3 persen. Laba bersih juga tercatat meningkat 60,5 persen menjadi Rp9,4 miliar, meskipun margin tetap terbatas di level 2,1 persen.
Struktur pendapatan menunjukkan dominasi segmen minuman yang mencapai Rp461,1 miliar atau tumbuh 52 persen secara tahunan. Sementara itu, segmen makanan mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 78 persen menjadi Rp56,8 miliar, meskipun kontribusinya masih lebih kecil.
Di sisi lain, beban diskon meningkat dari Rp45,1 miliar menjadi Rp75,4 miliar. Data ini menunjukkan adanya intensitas strategi promosi yang lebih tinggi dalam mendorong volume penjualan.
Beban Pokok Pendapatan Meningkat
Dari sisi biaya, tekanan terlihat pada kenaikan beban pokok pendapatan yang tumbuh 54 persen menjadi Rp170,8 miliar. Namun, laba kotor tetap meningkat 52 persen menjadi Rp274 miliar dengan margin terjaga di level 61,6 persen.
Kenaikan biaya juga terjadi pada beban operasional yang meningkat 50 persen menjadi Rp257 miliar. Adaoun komponen terbesar berasal dari beban gaji dan tunjangan yang mencapai Rp90,9 miliar atau 35 persen dari total beban usaha.
Kondisi tersebut berdampak pada laba usaha yang tercatat sebesar Rp16,3 miliar dengan margin 3,8 persen. Setelah memperhitungkan beban bunga dan pajak, laba bersih berada di level Rp9,4 miliar.
Struktur ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kinerja berjalan beriringan dengan peningkatan biaya yang signifikan, terutama dalam mendukung ekspansi jaringan.
Lebih dari 20 Gerai Baru
Ekspansi menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan volume. Sepanjang kuartal I-2026, FORE menambah lebih dari 20 gerai baru, dengan lebih dari 40 persen berlokasi di kota tier 2 dan tier 3.
Hingga akhir Maret 2026, total jaringan mencapai 338 gerai, meningkat 35 persen dibandingkan 251 gerai pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Distribusi geografis menunjukkan bahwa pasar domestik masih menjadi kontributor utama dengan penjualan sebesar Rp439,5 miliar atau 98,9 persen dari total pendapatan. Sementara itu, kontribusi dari gerai di Singapura tercatat sekitar Rp5 miliar.
Data ini menempatkan ekspansi domestik sebagai penggerak utama pertumbuhan dalam periode berjalan.
Gerai Fore Donut
Selain Fore Coffee, lini bisnis Fore Donut juga mulai menunjukkan perkembangan. Setelah peluncuran awal pada kuartal IV-2025, perseroan menambah lima gerai baru sepanjang kuartal I-2026.
Rencana ekspansi lanjutan mencakup pembukaan gerai di Bandara Soekarno-Hatta serta penetrasi ke kota besar seperti Bandung dan Surabaya.
Kinerja ini terjadi dalam konteks periode Ramadan yang secara historis menjadi low season bagi industri F&B, serta adanya dinamika eksternal seperti ketidakpastian geopolitik. Namun, aktivitas operasional tetap berjalan dengan ekspansi yang konsisten serta peningkatan volume transaksi di jaringan gerai.
Pernyataan manajemen menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari kombinasi strategi ekspansi dan pengelolaan operasional.
Direktur Utama FORE Vico Lomar, menyebut eksekusi operasional tetap berjalan di tengah tekanan eksternal, sementara Komisaris Utama Willson Cuaca menyoroti capaian pertumbuhan laba sebagai indikator ketahanan model bisnis.
Data kuartal I-2026 menunjukkan bahwa pergerakan kinerja FORE terbentuk dari kombinasi pertumbuhan penjualan, ekspansi jaringan, serta peningkatan biaya operasional yang berjalan secara bersamaan dalam satu periode pelaporan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.