Logo
>

GOTO Diserbu Asing Usai Empat Hari Jadi Ladang Jualan

Setelah ditekan berturut-turut, aliran dana asing berbalik masuk di tengah harga yang masih tertahan di level bawah.

Ditulis oleh Yunila Wati
GOTO Diserbu Asing Usai Empat Hari Jadi Ladang Jualan
Kali ini, asing masuk deras ke saham GOTO. Sayangnya, aktivitas asing ini tidak cukup mampu menggerakkan harga. (Foto: dok GOTO)

KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan satu perubahan arus yang cukup kontras antara tekanan jual asing dan mulai munculnya aliran masuk pada sesi perdagangan terbaru. 

Pola ini terbentuk dari rangkaian distribusi yang cukup dalam sebelum akhirnya terlihat tanda pergeseran.

Jika ditarik ke belakang, tekanan terbesar terhadap GOTO terjadi pada 7 April 2026. Pada hari itu, asing mencatatkan net sell sebesar Rp69,63 miliar, dengan komposisi penjualan mencapai Rp90,48 miliar berbanding pembelian Rp20,85 miliar. 

Tekanan ini terjadi di tengah harga yang stagnan di level 51, setelah sempat dibuka di 52 dan tidak mampu bertahan di level tersebut.

Sehari sebelumnya, pola yang sama juga sudah terlihat. Pada 6 April 2026, asing kembali mencatatkan net sell Rp32,50 miliar, dengan penjualan Rp85,66 miliar dan pembelian Rp53,16 miliar. Bahkan jika ditarik lebih jauh ke 2 April dan 1 April, arus keluar dana asing sudah terjadi secara konsisten, masing-masing sebesar Rp17,99 miliar dan Rp3,71 miliar. 

Artinya, selama empat hari perdagangan berturut-turut, GOTO berada dalam tekanan distribusi asing yang berkelanjutan.

Harga Bertahan di Rentang Sempit

Akumulasi tekanan tersebut tercermin pada pergerakan harga yang cenderung tertahan di rentang sempit 51–53. Tidak ada ekspansi harga yang signifikan meskipun sempat terjadi kenaikan pada 1 April sebesar 3,92 persen ke level 53. 

Setelah itu, harga justru bergerak turun dan terkunci di area bawah, menunjukkan bahwa setiap kenaikan cenderung direspons dengan aksi jual.

Namun pada perdagangan 8 April 2026 hingga sesi midday, mulai terlihat perubahan arah. Data menunjukkan asing mencatatkan pembelian sebesar Rp1,59 triliun, sementara penjualan berada di Rp1,28 triliun, sehingga terbentuk net buy sekitar Rp310,19 miliar. 

Ini menjadi pembalikan yang cukup signifikan dibandingkan pola distribusi dalam beberapa hari sebelumnya.

Meski demikian, pergerakan harga belum sepenuhnya mencerminkan dorongan tersebut. Hingga sesi siang, harga masih berada di level 51, dengan rentang perdagangan 51–52. Artinya, aliran dana yang masuk belum langsung mendorong harga keluar dari area konsolidasi, melainkan masih terserap di level bawah.

Aktivitas Transaksi Masih Rendah

Dari sisi aktivitas transaksi, frekuensi perdagangan pada 8 April tercatat sebesar 7,41 ribu kali dengan volume 24,50 juta lot. Angka ini lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 11,03 ribu kali.

Jadim meskipun net buy tinggi, namun intensitas transaksi tidak setinggi saat distribusi terjadi. Pola ini mengindikasikan bahwa pembelian cenderung terjadi dalam ukuran transaksi yang lebih besar.

Jika dibandingkan dengan fase sebelumnya, distribusi asing pada 6–7 April berlangsung dalam kondisi frekuensi yang lebih tinggi. Hal ini memperlihatkan bahwa tekanan jual tersebar dalam banyak transaksi, sementara pada sesi terbaru, pembelian terlihat lebih terkonsentrasi.

Dalam konteks yang lebih luas, pergerakan GOTO saat ini memperlihatkan transisi dari fase distribusi menuju fase penyerapan. Tekanan jual yang terjadi selama beberapa hari telah menahan harga di area rendah, dan pada titik tersebut mulai muncul aliran dana masuk yang mencoba menyerap supply yang tersedia.

Namun hingga sesi tengah hari, struktur harga masih menunjukkan bahwa keseimbangan belum sepenuhnya berubah. Harga tetap berada di level yang sama seperti penutupan sebelumnya, menandakan bahwa proses penyerapan masih berlangsung dan belum mendorong perubahan arah harga secara langsung.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79