KABARBURSA.COM – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatat peningkatan kinerja pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba di tengah dinamika harga komoditas.
Kinerja ini ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) serta perbaikan operasional.
Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo menyampaikan segmen kelapa sawit masih menjadi penopang utama kinerja perusahaan.
“Perseroan menyiapkan berbagai langkah strategis dan penuh kehati-hatian, termasuk program replanting untuk menjaga produktivitas kebun. Hingga saat ini, realisasi replanting mencapai sekitar 5.000 hektar,” ujar Andrianto dalam keterangan tertulis dikutip, Jumat, 1 Mei 2026.
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, DSNG membukukan pendapatan sebesar Rp2,9 triliun atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat Rp241 miliar atau tumbuh 15 persen secara tahunan.
Kenaikan pendapatan didukung oleh peningkatan harga jual rata-rata CPO yang naik 18 persen, meskipun harga jual rata-rata palm kernel mengalami penurunan sekitar 3 persen. Segmen kelapa sawit tetap memberikan kontribusi utama terhadap total pendapatan perusahaan.
Dari sisi biaya, beban pokok penjualan meningkat 10 persen menjadi Rp2 triliun, seiring naiknya volume penjualan CPO. Meski demikian, upaya penurunan beban bunga melalui strategi deleveraging memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan laba bersih.
Pada sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 492 ribu ton atau meningkat 2,7 persen. Peningkatan ini dipicu oleh produktivitas kebun plasma yang tumbuh 6,2 persen, sementara kebun inti meningkat 1,8 persen.
Produksi CPO tercatat naik 2,1 persen menjadi 141 ribu ton. Produksi palm kernel meningkat 2,9 persen menjadi 27 ribu ton, sementara produksi palm kernel oil (PKO) naik 5,7 persen menjadi 8,5 ribu ton. Kinerja ini turut tercermin pada tingkat oil extraction rate (OER) sebesar 23,32 persen dengan kadar free fatty acid (FFA) di kisaran 3 persen.
Di luar segmen kelapa sawit, bisnis produk kayu masih menghadapi tekanan. Permintaan global terhadap produk panel dan engineered flooring melemah, terutama dari pasar Amerika Serikat. Volume penjualan panel kayu tercatat 26 ribu meter kubik, sedangkan engineered flooring mencapai 56 ribu meter persegi, keduanya turun masing-masing 11,5 persen dan 63,2 persen secara tahunan.
Pada segmen energi terbarukan, pendapatan tercatat sebesar Rp40,2 miliar atau turun 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya permintaan ekspor cangkang inti sawit (palm kernel shell) di pasar biomassa Jepang.
Hingga akhir Maret 2026, total aset DSNG tercatat sebesar Rp17,7 triliun, meningkat 0,8 persen secara tahunan. Liabilitas berada di level Rp5,7 triliun dengan ekuitas sebesar Rp12 triliun.
| Komponen | Kuartal I 2026 | Perubahan |
|---|---|---|
| Pendapatan | Rp2,9 triliun | +8 persen |
| Laba Bersih | Rp241 miliar | +15 persen |
| Produksi TBS | 492 ribu ton | +2,7 persen |
| Produksi CPO | 141 ribu ton | +2,1 persen |
| Produksi PKO | 8,5 ribu ton | +5,7 persen |
| Pendapatan Energi | Rp40,2 miliar | -8,4 persen |
| Aset | Rp17,7 triliun | +0,8 persen |
Pada April 2026, DSNG juga masuk dalam daftar 500 perusahaan terbaik di Asia Pasifik versi majalah TIME bersama Statista, berdasarkan indikator seperti kepuasan karyawan, kinerja pendapatan, serta aspek environmental, social, and governance (ESG).(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.