Logo
>

Harga Emas Antam Naik Rp5.000, Perak Terbang Tinggi

Harga emas Antam berbalik naik setelah koreksi tajam, sementara perak melesat lebih agresif dan melampaui level akhir pekan, mencerminkan pergerakan logam mulia yang kembali aktif.

Ditulis oleh Yunila Wati
Harga Emas Antam Naik Rp5.000, Perak Terbang Tinggi
Di tengah koreksi harga emas global, emas Antam justru diperdagangkan naik Rp5.000 dibandingkan hari sebelumnya. Harga perak pun melesat Rp500 per gram, setelah sehari sebelumnya turun Rp350 per gram. (Foto: dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Harga emas Antam (ANTM) merangkak naik sebesar Rp5.000 per gram. Pada Selasa, 28 April 2026, emas Antam diperdagangkan di Rp2.814.000 per gram. Sementara perak, terbang tinggi Rp500 per gram setelah sehari sebelumnya turun Rp350 per gram.

Sehari sebelumnya, emas Antam diperdagangkan di level Rp2.809.000 per gram, terkoreksi cukup dalam hingga Rp16.000 per gram. Jika dibandingkan dengan perdagangan Sabtu, 25 April 2026, pergerakannya masih berada dalam tren fluktuatif jangka pendek setelah melonjak tajam ke level Rp2.825.000 per gram.

Sepanjang tahun berjalan 2026, harga emas Antam masih mencatatkan kenaikan sekitar 13 persen dibanding posisi awal tahun di Rp2.488.000 per gram. Namun, level saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di Rp3.168.000 per gram, yang tercapai pada 29 Januari 2026. 

Artinya, ruang pergerakan harga masih terbuka jika dibandingkan dengan puncak historisnya.

Sementara, pergerakan harga buyback juga mengikuti arah yang sama, naik Rp5.000 ke level Rp2.625.000 per gram. Kenaikan ini menjaga selisih harga jual dan beli tetap dalam kisaran yang relatif stabil, dengan spread sekitar Rp189.000 per gram. 

Selisih ini menjadi komponen penting dalam perhitungan potensi imbal hasil investor ritel.

Perak Bergerak Lebih Agresif

Di sisi lain, harga perak Antam justru mencatat kenaikan yang lebih agresif dalam satu hari. Harga perak murni melonjak Rp500 ke level Rp48.850 per gram, setelah sebelumnya turun Rp350 ke Rp48.350 per gram. 

Jika dibandingkan dengan pergerakan pada Sabtu, 25 April 2026, harga perak sempat berada di Rp48.700 per gram setelah naik Rp400. Dengan posisi terbaru di Rp48.850 per gram, harga perak tidak hanya pulih dari koreksi, tetapi juga bergerak lebih tinggi dari level akhir pekan lalu.

Struktur harga perak dalam ukuran besar juga mencerminkan konsistensi tersebut. Untuk ukuran 250 gram, harga dasar berada di Rp12.612.500 dan mencapai Rp13.999.875 setelah pajak. Sementara untuk 500 gram, harga dasar Rp24.425.000 dan menjadi Rp27.111.750 setelah PPN 11 persen.

Pada lini produk Heritage, harga perak ukuran 31,1 gram tercatat Rp2.067.039 atau sekitar Rp2.294.413 setelah pajak. Untuk ukuran 186,6 gram, harga berada di Rp11.280.706 dan mencapai Rp12.521.584 setelah PPN. 

Harga Pecahan Emas

Pergerakan simultan antara emas dan perak hari ini memperlihatkan respons pasar terhadap dinamika jangka pendek yang sebelumnya sempat menekan harga. Koreksi tajam emas sehari sebelumnya diikuti rebound moderat, sementara perak menunjukkan pemulihan yang lebih cepat dengan kenaikan nominal lebih besar.

Dari sisi transaksi, mekanisme perpajakan masih menjadi faktor yang memengaruhi nilai akhir investasi. Penjualan kembali emas di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP, yang langsung dipotong dari nilai buyback. Sementara pembelian emas dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Di tengah pergerakan ini, struktur harga pecahan emas tetap berada pada rentang yang proporsional. Harga 0,5 gram berada di Rp1.457.000, sedangkan 1 gram di Rp2.814.000. Untuk ukuran lebih besar, seperti 100 gram mencapai Rp275.612.000 dan 1.000 gram di Rp2.754.600.000, mencerminkan konsistensi harga berbasis volume.

Kondisi ini menempatkan logam mulia Antam dalam fase penyesuaian setelah volatilitas jangka pendek. Kenaikan kembali pada hari ini menjadi penanda bahwa tekanan sebelumnya tidak berlangsung panjang, dengan pergerakan harga yang kembali mengarah naik dalam waktu relatif singkat.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79