Logo
>

Harga Energi Global Naik, Berikut Sektor-sektor yang Diuntungkan

Kenaikan harga minyak global membuka peluang peningkatan kinerja emiten migas, jasa penunjang energi, hingga perusahaan batu bara.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Harga Energi Global Naik, Berikut Sektor-sektor yang Diuntungkan
Ilustrasi kenaikan harga minyak dunia. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM — Kenaikan harga energi global membuka peluang peningkatan kinerja bagi sejumlah emiten di sektor migas, jasa penunjang energi, hingga batu bara.

Lonjakan harga komoditas energi dinilai dapat mendorong kenaikan pendapatan perusahaan yang memiliki korelasi langsung dengan harga minyak dan gas.

Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo, Wahyu Tribowo Laksono, mengatakan emiten yang bergerak di sektor eksplorasi dan produksi minyak dan gas menjadi pihak yang paling diuntungkan ketika harga energi meningkat.

“Emiten yang menjual minyak mentah atau gas bumi langsung menikmati kenaikan harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP). Laba bersih mereka biasanya melonjak signifikan tanpa perlu meningkatkan volume produksi secara besar-besaran,” ujar Wahyu kepada KabarBursa.com, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kenaikan harga energi global juga memberikan sentimen positif bagi perusahaan yang bergerak di sektor jasa penunjang migas.

Perusahaan penyedia kapal tanker, rig pengeboran, maupun jasa distribusi energi dapat memperoleh peningkatan permintaan seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi dan distribusi energi.

“Perusahaan penyedia kapal tanker, rig pengeboran, atau jasa distribusi diuntungkan karena aktivitas pengeboran dan pengiriman energi meningkat. Tarif sewa kapal biasanya ikut naik saat permintaan energi global tinggi,” kata Wahyu.

Di pasar global, harga energi saat ini memang berada pada level yang relatif tinggi. Harga minyak Brent tercatat berada di kisaran sekitar USD100,13 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak di kisaran USD90–95 per barel dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Lonjakan harga tersebut dipicu oleh gangguan pasokan dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu volatilitas di pasar energi global.

Batu Bara dan Energi Alternatif Ikut Terdorong 

Selain sektor migas, kenaikan harga minyak juga dapat memberikan dampak positif bagi industri batu bara sebagai sumber energi alternatif. “Saat minyak mahal, banyak pembangkit listrik atau industri beralih kembali ke batu bara sebagai alternatif yang lebih murah. Hal ini mendorong harga batu bara naik,” jelasnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk kalori 6.322 kcal/kg pada periode pertama Februari 2026 ditetapkan sebesar USD106,11 per ton.

Di pasar internasional, harga batu bara Newcastle juga berada di kisaran USD133 per ton dalam perdagangan terbaru.

Pergerakan harga komoditas energi tersebut turut memengaruhi dinamika pasar saham domestik. Sektor energi memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia.

Data pasar menunjukkan sektor energi menyumbang sekitar 13–15 persen terhadap kapitalisasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam periode 2025–2026.

Beberapa emiten besar di sektor ini antara lain perusahaan batu bara dan energi seperti Adaro Energy Indonesia, Bayan Resources, Indo Tambangraya Megah, serta Medco Energi.

Dalam satu tahun terakhir, indeks sektor energi di Bursa Efek Indonesia juga menunjukkan kinerja yang relatif kuat. Indeks sektor energi sempat mencatat kenaikan sekitar 20–30 persen pada beberapa periode perdagangan.

Kinerja tersebut didorong oleh tingginya harga komoditas energi global serta permintaan energi yang tetap kuat, terutama dari kawasan Asia.

Selain sektor energi konvensional, Wahyu menilai kenaikan harga energi fosil juga dapat memberikan sentimen positif bagi sektor energi baru dan terbarukan.

“Kenaikan harga energi fosil membuat investasi di energi bersih menjadi lebih ekonomis secara relatif. Emiten nikel yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik sering mendapatkan sentimen positif jangka panjang,” ujarnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.