Logo
>

Harga Minyak Terkoreksi 0,55 Persen, Bayang-bayang Krisis Masih Mengancam

Harga minyak melemah tipis meski risiko pasokan global masih tinggi, dipicu gangguan Selat Hormuz dan meredanya tekanan permintaan Asia.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Harga Minyak Terkoreksi 0,55 Persen, Bayang-bayang Krisis Masih Mengancam
Ilustrasi harga minyak dunia terkoreksi tipis pada perdagangan Rabu, 29 April 2026. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Harga minyak dunia melemah tipis pada perdagangan, Rabu, 29 April 2026, setelah sebelumnya melonjak tajam. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi gangguan pasokan global dan mulai meredanya tekanan di pasar fisik kawasan Asia.

Pada perdagangan intraday, minyak mentah Brent berada di kisaran USD110,64 per barel atau turun sekitar 0,55 persen, sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat di level USD99,08 per barel atau melemah 0,85 persen.

Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan Selasa, 28 April 2026, ketika Brent ditutup di USD111,26 per barel, naik USD3,03 atau 2,8 persen, dan WTI di USD99,93 per barel, menguat USD3,56 atau 3,7 persen.

Pergerakan harga masih dipengaruhi oleh ketidakpastian pasokan global, terutama terkait gangguan pengapalan di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia. Reuters pada Selasa, 28 April 2026 mencatat kekhawatiran atas pasokan dari kawasan tersebut masih menjadi faktor dominan di pasar.

Di sisi lain, kebuntuan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran turut menahan arah pergerakan harga. Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal terbaru Iran, sementara proses diplomasi belum menunjukkan titik terang dan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz masih terganggu.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga juga datang dari data persediaan energi Amerika Serikat. Sumber pasar yang mengutip data American Petroleum Institute (API) menyebutkan stok bensin AS turun 8,67 juta barel pada pekan yang berakhir 24 April 2026, sementara persediaan minyak mentah juga mengalami penurunan.

Namun, di kawasan Asia, indikasi pelemahan mulai terlihat dari sisi harga fisik. Reuters melaporkan Arab Saudi berpotensi memangkas harga jual resmi untuk pengiriman Juni ke Asia, seiring melemahnya premi spot dan meredanya permintaan setelah gelombang awal panic buying.

Sejumlah analis menilai arah harga masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi di Selat Hormuz. Partner Again Capital, John Kilduff, mengatakan dalam kondisi normal, ini seharusnya menjadi berita yang sangat bearish bagi pasar minyak dan memicu aksi jual besar-besaran..

“Namun dengan Selat Hormuz yang secara efektif tertutup, tidak ada tempat bagi pasokan itu untuk disalurkan sehingga kemungkinan kita akan melihat harga minyak terus bergerak naik secara perlahan” kata Kilduff melansir Reuters, 29 April 2026.

Senada dengan pernyataan Kilduff, analis Rystad Energy Jorge Leon menyebut pasar mulai memperhitungkan gangguan pasokan yang berlangsung lebih lama.

“Dengan pembicaraan damai yang mandek dan belum ada kejelasan kapan Selat Hormuz akan kembali dibuka, para pelaku pasar mulai memperhitungkan adanya gangguan berkepanjangan pada jalur utama pasokan global,” kata Leon.

Ke depan, proyeksi harga masih beragam. Goldman Sachs memperkirakan Brent rata-rata di USD90 per barel dan WTI USD83 per barel pada kuartal IV 2026, dengan asumsi ekspor melalui Selat Hormuz kembali normal pada akhir Juni.

Sementara itu, Citi memproyeksikan Brent berada di USD110, USD95, dan USD80 per barel masing-masing untuk kuartal II, III, dan IV 2026. Dalam skenario yang lebih agresif, Citi melihat harga Brent berpotensi melonjak hingga USD150 per barel jika gangguan pasokan berlanjut hingga akhir Juni.

Di sisi lain, World Bank memperkirakan rata-rata harga Brent pada 2026 berada di USD86 per barel, namun dapat meningkat hingga USD115 per barel apabila gangguan terhadap fasilitas minyak dan gas berlangsung lebih lama dan pemulihan ekspor berjalan lambat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.