Logo
>

Hati-hati, Investor Global Mulai Lepas Saham UNVR

Berdasarkan data broker summary asing di Stockbit, arus keluar (net sell) mendominasi transaksi dengan distribusi signifikan

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Hati-hati, Investor Global Mulai Lepas Saham UNVR
Gedung Unilever Indonesia. (Foto: Dok. Unilever)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Investor global atau asing terpantau melakukan aksi jual besar pada saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dalam sepekan periode perdagangan 17–21 November 2025.

    Berdasarkan data broker summary asing di Stockbit, arus keluar (net sell) mendominasi transaksi dengan distribusi signifikan dari sejumlah broker utama.

    Broker AK menjadi penjual terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp23,5 miliar, melepas sekitar 91,1 ribu lot saham UNVR pada rentang harga rata-rata Rp2.572.

    Distribusi besar juga dilakukan broker CC yang menjual Rp21,3 miliar atau 82,7 ribu lot, disusul broker BK dan KK yang turut mencatatkan aksi jual meski dengan nilai lebih kecil.

    Sementara itu, aksi beli asing tercatat jauh lebih terbatas. Broker ZP memimpin sisi akumulasi dengan pembelian senilai Rp15,7 miliar atau 60,5 ribu lot pada harga rata-rata Rp2.567.

    Broker RX mengikuti dengan pembelian Rp8,6 miliar, sedangkan broker lainnya mencatat nilai beli yang relatif kecil.

    Ketidakseimbangan antara nilai beli dan nilai jual membuat indikator broker action bergerak ke zona big distribution, menandakan tekanan asing yang cukup kuat dalam lima hari perdagangan terakhir.

    Adapun pada perdagangan pekan terakhir atau Jumat, 21 November 2025, saham UNVR terkoreksi usai melemah 2,31 persen ke level 2.540.

    Jika dilihat, secara teknikal, pergerakan UNVR menunjukkan sinyal pelemahan setelah harga menembus ke bawah MA14 dan MA21 yang berada pada rentang Rp2.566 – Rp2.573.

    Adapun berdasarkan konsensus terbaru Stockbit, dari 31 analis, sebanyak 17 analis memberikan rekomendasi beli, menempatkan UNVR dalam kategori saham defensif yang masih menarik di tengah tekanan pasar yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

    Selain rekomendasi beli, sebanyak 10 analis memilih untuk menahan (hold), sementara hanya 4 analis yang merekomendasikan jual.

    Dari sisi valuasi, konsensus analis menetapkan target harga rata-rata di Rp2.552, sedikit lebih tinggi dari harga perdagangan terakhir di Rp2.540.

    Rentang target harga yang diberikan analis cukup lebar, dengan estimasi tertinggi mencapai Rp3.400 dan perkiraan terendah di Rp1.300.(*) 


     

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Hutama Prayoga

    Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

    Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.