Logo
>

HRTA Cetak Rekor Kinerja, Punya Mesin Baru Pertumbuhan

Perseroan terus memperluas ekosistem bisnisnya untuk memperkuat posisi di industri emas nasional yang terus berkembang.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
HRTA Cetak Rekor Kinerja, Punya Mesin Baru Pertumbuhan
Publik Expose HRTA. Foto: tangkapan layar.

KABARBURSA.COM – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) terus memperkuat ekosistem bisnis emas yang terintegrasi dari hulu hingga hilir di tengah pertumbuhan kinerja yang berlanjut pada 2026. Perseroan tidak hanya mengembangkan bisnis manufaktur dan perdagangan emas, tetapi juga memperluas jaringan distribusi, layanan gadai, hingga menghadirkan inovasi ATM emas untuk memperkuat posisinya di industri bullion nasional.

Strategi tersebut menjadi salah satu fokus utama HRTA seiring pertumbuhan bisnis yang tercermin dari lonjakan pendapatan dan laba pada kuartal I-2026. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp20,16 triliun atau meningkat 196,96 persen dibandingkan Rp6,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih juga naik 189,48 persen menjadi Rp433,49 miliar dari Rp149,75 miliar.

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan penguatan fundamental bisnis sekaligus hasil dari strategi pengembangan ekosistem yang terus dijalankan perusahaan.

“Pertumbuhan positif di awal tahun ini menunjukkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan Perseroan dalam menangkap peluang pasar di tengah dinamika ekonomi global. Kami terus berfokus pada penguatan ekosistem bisnis, peningkatan kualitas produk melalui sertifikasi internasional maupun nasional, serta perluasan jangkauan pasar untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Sandra dalam acara Public Expose setelah penyelenggaraan RUPST 2025 dan RUPSLB pada Kamis, 3 Juni 2026.

Dalam pengembangan bisnisnya, HRTA telah mengintegrasikan berbagai tahapan usaha ke dalam satu rantai nilai yang saling terhubung. Ekosistem tersebut mencakup manufaktur emas batangan dan perhiasan, fasilitas pemurnian atau refinery, jaringan distribusi, bisnis gadai, hingga layanan ritel emas.

Perseroan juga meningkatkan kapasitas produksi menjadi 60 ton per tahun yang mencakup kegiatan manufaktur emas batangan, perhiasan emas, dan pemurnian emas. Langkah ini dibarengi dengan perluasan jaringan usaha yang saat ini terdiri atas 85 outlet Hartadinata Abadi dan 138 outlet Gadai Hartadinata Abadi (GHA) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Di sisi distribusi dan layanan kepada konsumen, HRTA memperkenalkan ATM HRTA Gold sebagai sarana pembelian produk EMASKU. Inovasi tersebut dirancang untuk mempermudah masyarakat memperoleh emas melalui layanan yang lebih cepat dan praktis.

Saat ini ATM HRTA Gold telah tersedia di tiga lokasi strategis di Bandung dan Jakarta. Perseroan menyebut pengembangan fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap produk emas sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri emas nasional.

Selain memperluas jaringan bisnis, HRTA juga tengah menjalani proses memperoleh sertifikasi dari London Bullion Market Association (LBMA). Perseroan menyatakan langkah tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas dan standar produk yang dihasilkan.

Pada saat yang sama, perusahaan juga berencana memperluas jaringan distribusi dengan menambah jumlah toko Hartadinata Abadi di berbagai wilayah Indonesia.

Dari sisi bisnis, penjualan HRTA masih didominasi segmen grosir yang menyumbang 90,60 persen dari total pendapatan. Segmen tersebut mencakup kontribusi dari institusi keuangan bullion bank dan sejumlah perbankan syariah. Sementara itu, segmen ritel berkontribusi 9,13 persen dan bisnis gadai sebesar 0,26 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

Direktur Keuangan PT Hartadinata Abadi Tbk, Ong Deny, mengatakan perseroan mencatatkan kinerja tertinggi sepanjang sejarah pada 2025.

“Hartadinata Abadi berhasil mencatatkan pertumbuhan yang solid dimana di sepanjang tahun 2025, kinerja keuangan Perseroan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa. Pendapatan Perseroan di tahun 2025 tercatat meningkat sebesar Rp44,55 triliun, tumbuh hingga 144,39% secara y-o-y dari Rp18,23 triliun di 2024. Di sisi lain, laba bersih tercatat sebesar Rp978,49 miliar di 2025, tumbuh 121,29% y-o-y dari Rp442,18 miliar di 2024,” ungkap Ong Deny.

Sejalan dengan pengembangan bisnis tersebut, HRTA menyatakan akan melanjutkan penguatan branding seluruh portofolio produk emas dan perhiasan melalui HRTA Gold serta meningkatkan kualitas dan standar produk yang dihasilkan pada 2026.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.