Logo
>

Foreign Buy Rp6,12 Triliun Gagal Tahan Tekanan IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,48 persen pada perdagangan sesi pertama. Aksi beli asing senilai triliunan rupiah gagal menahan laju penurunan indeks.

Ditulis oleh Syahrianto
Foreign Buy Rp6,12 Triliun Gagal Tahan Tekanan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis, 4 Juni 2026. Indeks utama bursa merosot 3,48 persen atau 206,81 poin menuju level 5.734,26. Penurunan ini terjadi di tengah tingginya nilai transaksi bursa yang menembus angka Rp12,18 triliun.

Investor asing sejatinya mencatatkan nilai pembelian kotor (foreign buy) yang sangat masif hingga Rp6,12 triliun. Namun, aliran dana segar bernilai jumbo ini gagal mengangkat indeks dari zona merah. Kondisi ini mencerminkan tingginya tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi pasar raksasa.

Total nilai penjualan asing (foreign sell) tercatat sebesar Rp5,94 triliun di seluruh pasar reguler dan negosiasi. Hitungan ini membuat investor asing masih membukukan pembelian bersih (net foreign buy) senilai Rp179 miliar secara total. Angka arus masuk modal positif ini tetap tidak mampu menahan kejatuhan indeks secara keseluruhan.

Kejatuhan bursa sangat dipengaruhi oleh aksi buang barang secara masif di sektor perbankan utama. Investor asing secara agresif melepas kepemilikan mereka pada empat bank penguasa kapitalisasi pasar. Aksi jual bersih ini langsung menggerus poin IHSG secara drastis dalam waktu singkat.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sasaran utama aksi jual asing siang ini. Nilai pelepasan bersih asing pada saham ini mencapai angka fantastis Rp278,62 miliar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membuntuti di posisi kedua dengan catatan jual bersih Rp211,24 miliar.

Tekanan jual asing juga menghantam keras saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp72,21 miliar. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turut dilepas pemodal luar negeri senilai Rp59,08 miliar. Selain perbankan, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menderita pelepasan asing senilai Rp85,71 miliar.

Aksi jual asing turut menyasar emiten sektor aneka industri dan energi terbarukan berkapitalisasi besar. Saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dilepas masing-masing sebesar Rp33,86 miliar dan Rp30,80 miliar. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ikut menderita pelepasan asing senilai Rp17,62 miliar dan Rp14,72 miliar.

Pergerakan indeks hari ini sudah menunjukkan tanda pelemahan sejak awal bel perdagangan berbunyi. IHSG dibuka lebih rendah pada posisi 5.919,57 dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level 5.941,07. Laju indeks bahkan sempat menyentuh level terendah 5.644,23 sesaat setelah pembukaan bursa.

Meski perbankan hancur, aliran dana asing ternyata memburu saham sektor petrokimia dan komoditas. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sukses memimpin daftar beli bersih asing dengan nilai Rp135,04 miliar. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menempati urutan kedua lewat raihan beli bersih Rp77,36 miliar.

Investor asing juga memborong kepemilikan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp61,98 miliar. Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) masing-masing meraup beli bersih Rp46,20 miliar dan Rp41,73 miliar. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut diburu asing dengan nilai Rp38,62 miliar.

Arus masuk modal asing juga membasahi saham PT Timah Tbk (TINS) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Kedua emiten ini mencatatkan nilai beli bersih asing masing-masing sebesar Rp35,93 miliar dan Rp28,07 miliar. Saham emiten pelayaran PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) turut merasakan cipratan dana segar senilai Rp27,86 miliar.

Deretan broker ternama memfasilitasi tingginya frekuensi perdagangan pada paruh pertama hari ini. UBS Sekuritas Indonesia (AK) merajai nilai perdagangan dengan total transaksi menembus angka Rp4,76 triliun. Mandiri Sekuritas (CC) menempati posisi kedua dengan capaian nilai transaksi Rp3,4 triliun.

Stockbit Sekuritas Digital (XL) berada pada urutan ketiga dengan total nilai perdagangan Rp2,34 triliun. J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) dan Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) melengkapi jajaran lima pialang teratas. Kedua sekuritas tersebut masing-masing membukukan nilai transaksi raksasa sebesar Rp1,53 triliun dan Rp1,45 triliun.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) mencatatkan transaksi senilai Rp1,15 triliun pada urutan keenam. KB Valbury Sekuritas (CP) dan CGS International Sekuritas (YU) juga memfasilitasi transaksi jumbo para nasabah. Mereka mencatat nilai perdagangan berturut-turut sebesar Rp997,7 miliar dan Rp951,4 miliar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.