KABARBURSA.COM – Tiga emiten berbasis komoditas dan energi, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM), kompak menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu, 3 Juni 2026.
Selain membahas penggunaan laba dan perubahan susunan manajemen, beberapa agenda juga menyentuh isu strategis seperti penjaminan aset perusahaan hingga penguatan struktur bisnis jangka panjang.
Penjualan HRTA Melesat Tiga Kali Lipat
Dari ketiga emiten tersebut, HRTA menjadi salah satu yang paling menarik perhatian pasar setelah mencatat lonjakan kinerja agresif pada kuartal I-2026. Emiten emas tersebut membukukan laba bersih Rp433,49 miliar atau melonjak 189,48 persen secara tahunan.
Lonjakan laba terjadi ketika penjualan HRTA melesat hampir tiga kali lipat menjadi Rp20,16 triliun. Kenaikan kinerja didorong pertumbuhan volume penjualan emas murni yang naik 75,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah lonjakan bisnis tersebut, HRTA akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan aset perusahaan dengan nilai lebih dari 50 persen kekayaan bersih perseroan. Agenda tersebut masuk dalam pembahasan RUPSLB yang digelar bersamaan dengan RUPST.
Pasar membaca agenda ini sebagai bagian dari fleksibilitas ekspansi dan penguatan pendanaan perusahaan. Sebab dalam industri emas dan logam mulia, kebutuhan modal kerja dan pembiayaan inventory cenderung meningkat ketika volume bisnis tumbuh agresif.
Selain itu, HRTA juga mengagendakan penegasan perubahan kepemilikan saham oleh PT Terang Anugrah Abadi. Agenda tersebut mulai menjadi perhatian karena berkaitan dengan struktur pengendalian dan arah korporasi ke depan.
Menariknya, HRTA juga akan menggelar public expose pada hari yang sama. Momentum ini berpotensi menjadi ruang bagi manajemen menjelaskan strategi bisnis setelah pangsa pasar emas batangan investasi domestik perseroan mencapai 29,14 persen.
Perubahan Susunan Dewan Komisaris PSAB
Sementara itu, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) juga membawa sejumlah agenda penting dalam RUPST dan RUPSLB besok. Emiten tambang emas tersebut akan meminta persetujuan perubahan susunan Dewan Komisaris serta pemberian jaminan perusahaan atas pinjaman tertentu.
Agenda penjaminan perusahaan ini biasanya berkaitan dengan kebutuhan pendanaan operasional maupun ekspansi grup usaha. Dalam sektor pertambangan, skema corporate guarantee umum digunakan untuk mendukung fasilitas pembiayaan anak usaha atau proyek operasional.
Perubahan susunan komisaris juga menjadi salah satu fokus investor karena dapat memberikan sinyal perubahan arah pengawasan maupun strategi bisnis perusahaan. Apalagi PSAB dalam beberapa tahun terakhir terus berada dalam fase pengembangan aset dan operasional tambang emas.
Persetujuan Penggunaan Laba Bersih HRUM
Di sisi lain, PT Harum Energy Tbk (HRUM) justru datang dengan sentimen kinerja yang cukup kuat. Emiten energi tersebut mencatat laba bersih USD27,1 juta pada kuartal I-2026 atau melonjak 272 persen secara tahunan.
Pendapatan HRUM naik 16 persen menjadi USD345,9 juta. Namun yang paling menjadi perhatian pasar adalah kontribusi segmen nikel yang mencapai 97 persen terhadap total pendapatan perusahaan.
Struktur bisnis HRUM kini bergeser ke sektor nikel dibandingkan batu bara. Transformasi tersebut membuat pasar melihat HRUM bukan lagi sekadar emiten batu bara konvensional.
Dalam RUPST besok, HRUM akan meminta persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, laporan tahunan, hingga penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026.
Selain RUPS, HRUM juga akan menggelar public expose tahunan secara virtual melalui Zoom untuk memaparkan kinerja keuangan per 31 Maret 2026. Perusahaan telah menyiapkan belanja modal 2026 sebesar USD310 juta.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.