KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam di tengah meningkatnya tensi konflik Timur Tengah dan berlanjut tertekan hingga sesi pagi. Pada perdagangan pukul 09.18 WIB, IHSG tercatat turun 185,10 poin atau 2,25 persen ke level 8.050,39.
Sepanjang sesi awal, indeks sempat berada di kisaran tertinggi 8.240 sebelum tertekan hingga mendekati level 8.040. Tekanan jual terjadi merata di berbagai sektor, mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi geopolitik global yang berpotensi mendorong lonjakan harga komoditas energi dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Total volume transaksi di seluruh pasar mencapai 116,81 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp6,41 triliun dari 787.730 kali transaksi. Pada pasar reguler, volume tercatat 115,98 juta lot dengan nilai Rp6,36 triliun dan frekuensi 787.680 kali transaksi.
Dari sisi aliran dana, investor asing membukukan pembelian sebesar Rp23,00 triliun dan penjualan Rp23,70 triliun. Dengan demikian, terjadi net foreign sell sebesar Rp694,05 miliar di seluruh pasar dan Rp801,61 miliar di pasar reguler. Sementara itu, pada transaksi tunai dan negosiasi tercatat net foreign buy sebesar Rp107,56 miliar. Porsi transaksi asing mendominasi 61,05 persen, sedangkan domestik 38,95 persen.
Tekanan terdalam terjadi pada sektor consumer cyclical yang turun 5,38 persen, disusul sektor industrial melemah 3,61 persen, infrastruktur turun 3,60 persen, properti terkoreksi 3,32 persen, transportasi turun 2,50 persen, keuangan melemah 2,32 persen, teknologi turun 2,30 persen, kesehatan terkoreksi 1,84 persen, dan basic industry melemah 0,73 persen. Sektor energi relatif bertahan dengan kenaikan tipis 0,06 persen, sementara non-cyclical justru menguat 2,65 persen sebagai sektor defensif.
Di tengah tekanan indeks, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan signifikan. PT Indo Oil Perkasa Tbk dengan kode OILS dari sektor energi melonjak 25,51 persen ke level 246. PT Black Diamond Resources Tbk dengan kode COAL dari sektor pertambangan naik 23,61 persen ke 89. PT Citra Nusantara Gemilang Tbk dengan kode CGAS dari sektor energi terapresiasi 20,24 persen ke 202. PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk dengan kode YULE dari sektor keuangan menguat 16,01 persen ke 3.840. PT Apexindo Pratama Duta Tbk dengan kode APEX dari sektor energi naik 12,50 persen ke 234.
Sebaliknya, tekanan jual juga menghantam sejumlah saham. PT Trisula Textile Industries Tbk dengan kode BELL dari sektor tekstil dan garmen turun 14,95 persen ke 182. PT Sekar Bumi Tbk dengan kode SKBM dari sektor consumer non-cyclical melemah 14,77 persen ke 750. PT Satria Mega Kencana Tbk dengan kode SOTS dari sektor properti turun 14,68 persen ke 1.075. PT Roda Vivatex Tbk dengan kode RODA dari sektor properti terkoreksi 14,67 persen ke 64. PT Island Concepts Indonesia Tbk dengan kode ICON dari sektor properti dan perhotelan turun 14,62 persen ke 111.
Di sisi lain, beberapa saham berkapitalisasi menengah masih menunjukkan daya tahan. PT Archi Indonesia Tbk dengan kode ARCI dari sektor pertambangan emas naik 3,46 persen ke 1.945, sementara PT Elnusa Tbk dengan kode ELSA dari sektor jasa energi melonjak 7,65 persen ke 915, didukung sentimen kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah.
Secara teknikal, berdasarkan riset MNC Sekuritas Daily Scope Wave, IHSG sebelumnya sempat menguat ke level 8.235 dan berada di atas MA20 dengan peluang bergerak dalam skenario wave c dari wave x menuju area 8.440 hingga 8.650. Namun tekanan geopolitik membuat indeks kembali terkoreksi dan mendekati area support penting di 8.025 dan 7.861. Adapun resistance terdekat berada di 8.306 dan 8.437. (*)