Logo
>

IHSG Dibuka Menguat Sektor Infrastruktur Pimpin Kenaikan Pagi ini

Berdasarkan data market terbaru, indeks saham tanah air langsung melonjak sebesar 0,78 persen atau mengalami kenaikan sebesar 49,44 poin ke level 6.367,94.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Dibuka Menguat Sektor Infrastruktur Pimpin Kenaikan Pagi ini
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka bergairah pada perdagangan hari Kamis pagi tanggal 21 Mei 2026. 

Berdasarkan data market terbaru, indeks saham tanah air langsung melonjak sebesar 0,78 persen atau mengalami kenaikan sebesar 49,44 poin ke level 6.367,94. Pergerakan rebound sedikit menghentikan tren lesu sebelumnya dan membawa angin segar bagi para pelaku pasar modal di awal perdagangan. Seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia terpantau kompak menghijau dengan motor penggerak utama datang dari sektor infrastruktur yang melesat hingga 1,94 persen.

Selain sektor infrastruktur, penguatan bursa juga disokong kuat oleh sektor industri yang tumbuh sebesar 1,71 persen serta sektor konsumen siklikal yang terangkat sebesar 1,37 persen. Sektor energi juga mencatatkan kenaikan sebesar 1,01 persen, disusul oleh sektor properti sebesar 0,97 persen, dan sektor industri dasar sebesar 0,85 persen.

 Sementara itu, sektor konsumen non-siklikal terapresiasi sebesar 0,69 persen, sektor teknologi naik sebesar 0,64 persen, sektor kesehatan bertambah sebesar 0,53 persen, sektor keuangan menanjak sebesar 0,44 persen, dan sektor transportasi menguat tipis sebesar 0,32 persen.

Meskipun indeks bergerak di zona hijau, aktivitas pemodal asing justru mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell di pasar reguler senilai Rp130,88 miliar. Angka ini berasal dari total nilai transaksi pembelian asing yang mencapai Rp8,26 triliun dibandingkan dengan nilai penjualan asing sebesar Rp8,39 triliun. Secara keseluruhan, komposisi nilai transaksi di bursa pada pagi hari ini masih didominasi oleh investor domestik yang mengambil porsi sebesar 60,13 persen, sedangkan sisa porsi transaksi sebesar 39,87 persen digerakkan oleh investor asing.

Pada barisan saham yang mencatatkan keuntungan terbesar atau top gainers, emiten sektor perhotelan yaitu PT Hotel Fitra International Tbk dengan kode emiten FITT memimpin lonjakan dengan kenaikan sebesar 19,79 persen menuju level 448 per lembar saham. Di posisi berikutnya ada emiten sektor transportasi laut yaitu PT Sillo Maritime Perdana Tbk dengan kode emiten SHIP yang melonjak sebesar 16,02 persen ke harga 2.390 per lembar saham. Diikuti oleh perusahaan produsen bahan baku makanan dan minuman yaitu PT Formosa Ingredient Factory Tbk dengan kode emiten BOBA yang menguat sebesar 15,75 persen ke posisi 294 per lembar saham. Emiten sektor perkayuan yaitu PT SLJ Global Tbk dengan kode emiten SULI juga naik sebesar 14,13 persen ke level 105 per lembar saham, serta emiten perkebunan yaitu PT Jaya Agra Wattie Tbk dengan kode emiten JAWA yang terangkat sebesar 12,41 persen ke harga 163 per lembar saham.

Sebaliknya, beberapa saham harus rela tertahan di zona merah dan masuk ke dalam daftar saham dengan kerugian terbesar atau top losers. Posisi pertama ditempati oleh perusahaan manufaktur kemasan plastik yaitu PT Asia Pramulia Tbk dengan kode emiten ASPR yang anjlok sebesar 14,65 persen ke level 338 per lembar saham. Menyusul di belakangnya adalah emiten barang konsumen plastik yaitu PT Panca Budi Idaman Tbk dengan kode emiten PBID yang merosot sebesar 12,07 persen menjadi 488 per lembar saham. Raksasa petrokimia milik taipan Prajogo Pangestu yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk dengan kode emiten TPIA juga terkoreksi cukup dalam sebesar 11,65 persen ke harga 2.350 per lembar saham. Kemudian ada emiten perdagangan kemasan ramah lingkungan yaitu PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk dengan kode emiten PACK yang melemah sebesar 9,58 persen ke posisi 302 per lembar saham, serta emiten pertambangan batu bara yaitu PT Prima Andalan Mandiri Tbk dengan kode emiten MCOL yang terpangkas sebesar 9,54 persen ke harga 3.700 per lembar saham.

Melihat kondisi pasar yang cenderung fluktuatif ini, MNC Sekuritas memberikan pandangan teknikal yang sedikit berbeda dalam laporan harian mereka. Menurut analisis MNC Sekuritas, IHSG sebenarnya masih dibayangi oleh koreksi sebesar 0,82 persen menuju level 6.318 pada penutupan sebelumnya dan dinilai masih didominasi oleh adanya tekanan jual. Pihak MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan indeks saat ini merupakan bagian dari gelombang A dari gelombang dua pada label hitam. Investor diminta untuk tetap mencermati area koreksi di rentang 6.148 hingga 6.179, dengan potensi penguatan terdekat berada pada kisaran 6.401 hingga 6.514. Untuk target batas bawah atau support berada pada level 6.148 dan 6.092, sedangkan untuk target batas atas atau resistance berada pada level 6.459 dan 6.635. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".