Logo
>

IHSG Bersiap Uji 6.140, Akankah BBCA Pimpin Reli Senin?

IHSG menguat 2,07 persen dan berpeluang melanjutkan kenaikan. BBCA kembali diakumulasi asing hampir Rp581 miliar dalam dua hari, membuka peluang menjadi motor penggerak pasar.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Bersiap Uji 6.140, Akankah BBCA Pimpin Reli Senin?
BBCA mencatatkan net foreign buy sebesar Rp192,85 miliar dengan nilai pembelian asing mencapai Rp1,57 triliun. (Foto: dok BBCA)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM - Setelah beberapa pekan berada di bawah tekanan, pasar saham Indonesia akhirnya menunjukkan kebangkitan yang meyakinkan. IHSG tidak hanya berhasil kembali menembus level psikologis 6.000, tetapi juga ditutup menguat 2,07 persen di level 6.007,66 dengan nilai transaksi reguler mencapai Rp20,39 triliun dan frekuensi perdagangan lebih dari 2,4 juta kali.

Penguatan ini tidak terjadi karena kenaikan beberapa saham saja. Volume pembelian yang naik memperlihatkan bahwa pasar mulai berani melakukan akumulasi setelah sentimen global dan domestik membaik.

Bahkan, jika dilihat pada timeframe mingguan, IHSG telah mencatatkan kenaikan sekitar 7,38 persen.

Secara teknikal, kondisi tersebut membuka peluang penguatan lanjutan.

MNC Sekuritas memperkirakan IHSG saat ini sedang berada pada bagian wave [iv] dari wave 3, sebuah fase yang masih memberikan ruang bagi indeks untuk melanjutkan penguatan menuju 6.106 hingga 6.140, sekaligus menguji area Moving Average 20 (MA20).

Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai adanya aksi ambil untung jangka pendek mengingat indeks sudah mengalami kenaikan cukup tajam dalam waktu singkat.

Area 5.962 hingga 6.021 menjadi zona yang patut diperhatikan apabila terjadi koreksi intraday sebelum kembali melanjutkan tren naik.

Sementara itu, support utama berada di 5.594 dan 5.344, sedangkan resistance berikutnya berada di 6.065 dan 6.286.

BBCA Paling Agresif

Jika melihat pergerakan beberapa hari terakhir, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu saham yang paling agresif diakumulasi investor asing. Pada perdagangan 12 Juni 2026, BBCA kembali mencatatkan net foreign buy sebesar Rp192,85 miliar dengan nilai pembelian asing mencapai Rp1,57 triliun. 

Angka ini jauh lebih besar dibandingkan penjualan asing sebesar Rp1,38 triliun.

Sehari sebelumnya, akumulasi asing bahkan lebih besar lagi, yakni Rp387,96 miliar. Jika dihitung dalam dua hari perdagangan terakhir saja, dana asing yang masuk ke BBCA mencapai sekitar Rp580,81 miliar.

Memang, pada 9 dan 10 Juni sempat terjadi aksi jual asing masing-masing sekitar Rp468,35 miliar dan Rp36,13 miliar. Namun arus dana tersebut kini mulai berbalik arah dengan masuknya kembali investor institusi ke saham perbankan terbesar di Indonesia itu.

Dalam empat hari perdagangan terakhir, BBCA berhasil naik dari level 5.150 menjadi 5.925, atau melonjak sekitar 15 persen. Kenaikan tersebut disertai volume transaksi yang sangat besar, mencapai 4,16 juta lot pada perdagangan terakhir dengan nilai transaksi sekitar Rp2,5 triliun.

Artinya, kenaikan BBCA bukan hanya didorong investor ritel, tetapi juga didukung oleh akumulasi pelaku pasar besar. Kondisi ini membuat BBCA berpotensi kembali menjadi salah satu pemimpin penguatan IHSG pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026.

Selain memiliki bobot yang besar terhadap indeks, BBCA juga sering menjadi pilihan utama investor asing ketika sentimen pasar mulai membaik. Namun investor tetap perlu memperhatikan satu hal penting.

Setelah mengalami kenaikan lebih dari 15 persen dalam waktu singkat, peluang terjadinya profit taking jangka pendek tentu semakin besar. Oleh karena itu, pergerakan BBCA pada awal sesi perdagangan akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah akumulasi asing masih berlanjut atau justru mulai melambat.

Selama aliran dana asing tetap positif dan IHSG mampu bertahan di atas area 5.962 hingga 6.021, peluang penguatan menuju target 6.106 hingga 6.140 masih sangat terbuka.

Bahkan apabila BBCA kembali menjadi motor utama penggerak indeks bersama saham perbankan besar lainnya, bukan tidak mungkin IHSG akan menguji resistance 6.065 lebih cepat dari perkiraan pasar.

Untuk trader jangka pendek, strategi yang lebih ideal adalah tetap mengikuti tren dengan memanfaatkan momentum, namun tidak mengejar harga setelah reli yang cukup tinggi.

Sementara bagi investor, akumulasi pada saham-saham big caps yang masih mendapatkan dukungan dana asing, terutama BBCA, masih menjadi pilihan yang menarik selama tren akumulasi belum berubah.

Kesimpulannya, momentum pasar saat ini masih berada di tangan pembeli. IHSG berhasil keluar dari tekanan dengan kenaikan mingguan lebih dari 7 persen, sementara BBCA kembali menjadi magnet utama dana asing dengan akumulasi hampir Rp581 miliar dalam dua hari terakhir.

Selama arus dana asing tetap mengalir dan area support IHSG mampu dipertahankan, peluang indeks untuk melanjutkan reli menuju 6.106 hingga 6.140 masih terbuka. Dalam skenario tersebut, BBCA berpotensi kembali menjadi saham yang paling banyak diperhatikan dan diperdagangkan pada awal pekan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79