KABARBURSA.COM – Pasar saham Indonesia kembali mencatatkan kinerja negatif pada pembukaan perdagangan hari ini Senin, 8 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan, melanjutkan tren penurunan yang telah terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan pantauan data pasar 09.00 WIB, indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ini terpantau berada di level 5.428,61, yang mencerminkan penurunan sebesar 2,97 persen atau setara dengan 166,16 poin.
Koreksi ini tidak hanya terjadi pada indeks secara keseluruhan, tetapi juga merembet ke berbagai sektor industri yang tercatat di bursa.
Hampir seluruh sektor mencatatkan kinerja negatif di awal sesi perdagangan. Sektor industri dasar (basic industry) menjadi sektor dengan tekanan terdalam yakni terkoreksi sebesar 5,48 persen.
Diikuti oleh sektor energi yang turun 4,59 persen, sektor transportasi sebesar 4,36 persen, sektor industrial sebesar 4,26 persen, serta sektor infrastruktur yang melemah 4,24 persen.
Tekanan jual juga melanda sektor-sektor lainnya, termasuk sektor siklikal yang turun 3,66 persen, sektor non-siklikal sebesar 2,89 persen, sektor properti sebesar 2,35 persen, sektor keuangan sebesar 2,02 persen, sektor teknologi sebesar 1,73 persen, dan sektor kesehatan yang terkoreksi 1,66 persen.
Kondisi pasar yang memerah ini juga tercermin dari pergerakan daftar saham dengan penurunan harga tertajam atau top loser. Saham Geoprima Solusi Tbk dengan kode emiten GPSO mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 14,98 persen menjadi 352.
Selain itu, Super Bank Indonesia Tbk dengan kode SUPA melemah 14,89 persen ke level 600. Saham WEHA Transportasi Indonesia Tbk berkode WEHA juga turun 14,88 persen menjadi 103, diikuti Trimitra Prawara Goldland Tbk berkode ATAP yang terkoreksi 14,84 persen ke posisi 264, dan Asiaplast Industries Tbk dengan kode APLI yang merosot 14,79 persen menjadi 288.
Meskipun mayoritas pasar tertekan, sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan harga dan masuk dalam jajaran top gainer. Puri Global Sukses Tbk dengan kode emiten PURI memimpin kenaikan dengan lonjakan 25,42 persen ke level 148.
Disusul oleh Sekar Bumi Tbk berkode SKBM yang naik 18,47 persen ke 590, SLJ Global Tbk dengan kode SULI menguat 16,67 persen ke 91, Wahana Inti Makmur Tbk dengan kode NASI naik 10,91 persen ke 122, dan Megalestari Epack Sentosaraya Tbk dengan kode EPAC yang menguat 9,43 persen ke posisi 58.
Aktivitas investor asing pun terlihat dominan dengan posisi net foreign sell atau nilai jual bersih asing mencapai 3,73 triliun. Total nilai pembelian oleh investor asing tercatat sebesar 16,91 triliun, sementara nilai penjualan mencapai 20,64 triliun di seluruh pasar.
Terkait kondisi pasar saat ini, analisis dari MNC Sekuritas melalui MNCS Daily Scope Wave tertanggal 8 Juni 2026 menyoroti bahwa IHSG masih melanjutkan koreksi dan didominasi oleh tekanan jual.
Secara mingguan, indeks telah terkoreksi 8,69 persen disertai peningkatan tekanan jual. Saat ini, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5, yang mengindikasikan bahwa indeks masih rawan melanjutkan tren penurunan ke rentang 5.395 hingga 5.412 untuk menutup area gap yang terbentuk sekaligus mencapai posisi MA200 secara bulanan.(*)