KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan perdana tahun 2026 dengan pergerakan positif.
Pada Kamis, 2 Januari 2026, IHSG menguat 37,15 poin atau 0,43 persen ke level 8.684,09. Sejak awal sesi, indeks bergerak stabil di zona hijau, dengan level terendah di kisaran 8.676 dan sempat menyentuh level tertinggi di sekitar 8.691, mencerminkan optimisme pelaku pasar dalam menyambut tahun perdagangan yang baru.
Aktivitas transaksi di pasar saham terpantau cukup aktif. Hingga awal perdagangan, total volume transaksi mencapai sekitar 4,61 miliar lot dengan nilai transaksi sebesar Rp304,63 triliun dan frekuensi perdagangan sekitar 68.750 kali. Perdagangan masih didominasi investor domestik dengan porsi mencapai 73,76 persen, sementara investor asing berkontribusi sekitar 26,24 persen terhadap total nilai transaksi.
Meski IHSG menguat, tekanan dari investor asing masih terlihat. Data menunjukkan investor asing mencatatkan aksi jual bersih di seluruh pasar sebesar sekitar Rp937,79 miliar. Net foreign sell di pasar reguler tercatat sebesar Rp888,53 miliar, sedangkan di pasar tunai dan negosiasi mencapai sekitar Rp49,26 miliar. Di sisi lain, minat beli investor domestik yang solid menjadi penopang utama sehingga indeks tetap bergerak di zona positif.
Penguatan IHSG pada awal 2026 ditopang oleh mayoritas sektor yang mencatatkan kenaikan. Sektor bahan baku atau basic industry menjadi penguat utama dengan kenaikan sekitar 1,24 persen. Sektor infrastruktur menguat sekitar 1,07 persen, disusul sektor energi yang naik sekitar 1,03 persen. Sektor teknologi turut bergerak positif dengan kenaikan sekitar 0,63 persen, sektor transportasi menguat sekitar 0,68 persen, dan sektor siklikal naik sekitar 0,84 persen. Adapun sektor industri terkoreksi sekitar 0,28 persen, sementara sektor keuangan melemah tipis sekitar 0,14 persen.
Dari sisi pergerakan saham, sejumlah emiten mencatatkan penguatan signifikan. Saham PT Golden Flower Tbk (POLU) dari sektor manufaktur dan perdagangan memimpin kenaikan dengan lonjakan sekitar 16,87 persen. Saham PT Chitose International Tbk (CINT) di sektor consumer goods menguat sekitar 13,11 persen. Saham PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) dari sektor energi naik sekitar 12,42 persen, diikuti saham PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) di sektor tekstil yang menguat sekitar 12,17 persen. Sementara itu, saham PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) dari sektor properti mencatatkan kenaikan sekitar 9,84 persen.
Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham yang masuk daftar penurun terbesar. Saham PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) dari sektor jasa keuangan terkoreksi sekitar 13,33 persen. Saham PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) di sektor properti melemah sekitar 9,65 persen. Saham PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) dari sektor teknologi turun sekitar 6,45 persen, saham PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) di sektor transportasi melemah sekitar 4,88 persen, dan saham PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) dari sektor pelayaran terkoreksi sekitar 4,72 persen.
Optimisme awal tahun juga tercermin dari sambutan pembukaan perdagangan yang disampaikan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2026 dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, OJK dan regulator terkait lainnya. Dalam sambutannya, Iman Rachman menyatakan,
“Dengan rasa syukur atas nama stakeholder pasar modal Indonesia, kami mengucapkan selamat datang dan selamat tahun baru 2026. Mari kita jadikan tahun ini sebagai momentum untuk melanjutkan perjalanan pembangunan pasar modal yang lebih kuat, inklusif, dan berkontribusi bagi perekonomian nasional," kata Iman
Pernyataan tersebut menegaskan harapan agar pasar modal Indonesia terus bertumbuh secara berkelanjutan pada 2026, didukung oleh sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dengan pembukaan IHSG yang menguat di awal tahun, pelaku pasar menaruh ekspektasi bahwa sentimen positif ini dapat berlanjut, meskipun dinamika global dan tekanan aliran dana asing masih menjadi faktor yang perlu dicermati sepanjang tahun.
Ia juga menyampaikan target BEI 2030 bisa masuk 10 besar bursa global.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.