KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, turun 63,69 poin atau 0,87 persen ke level 7.215,52 pada Kamis, 9 April 2026. Sepanjang sesi awal, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.244,83 sebelum terkoreksi hingga level terendah di 7.211,44.
Total volume transaksi tercatat mencapai 8,96 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp526,92 miliar dari 82,69 ribu transaksi. Pergerakan IHSG menunjukkan tekanan jual yang masih dominan di awal perdagangan, meskipun sempat terjadi penguatan terbatas.
Dari sisi sektoral, seluruh sektor tercatat berada di zona merah. Sektor basic industry memimpin pelemahan dengan penurunan 1,96 persen, diikuti sektor industrial yang turun 1,82 persen dan sektor infrastruktur melemah 1,61 persen. Sementara itu, sektor teknologi turun 0,63 persen, energi melemah 0,59 persen, keuangan turun 0,40 persen, kesehatan turun 0,35 persen, transportasi melemah 0,28 persen, properti turun 0,15 persen, serta sektor consumer cyclicals dan non-cyclicals masing-masing terkoreksi 0,75 persen dan 0,61 persen.
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham justru mencatatkan penguatan signifikan. PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) dari sektor transportasi melonjak 24,66 persen ke level 364. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang bergerak di sektor properti menguat 20,97 persen ke level 3.000. Selanjutnya, PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) dari sektor keuangan naik 10,74 persen ke level 134. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) di sektor teknologi terapresiasi 10,47 persen ke level 1.055, sementara PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN) dari sektor properti menguat 9,52 persen ke level 46.
Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham yang masuk jajaran top losers. PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) dari sektor keuangan turun 12,20 persen ke level 108. PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) yang bergerak di sektor energi melemah 11,50 persen ke level 1.385. PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) dari sektor consumer cyclicals turun 9,77 persen ke level 120. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) di sektor keuangan terkoreksi 8,81 persen ke level 290, serta PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) dari sektor basic materials turun 8,59 persen ke level 362.
Tekanan terhadap IHSG pada awal perdagangan ini mencerminkan sentimen global yang masih cenderung negatif serta aksi profit taking setelah penguatan sebelumnya. Pelemahan merata di berbagai sektor menunjukkan investor masih berhati-hati, terutama di tengah ketidakpastian eksternal seperti pergerakan harga komoditas dan nilai tukar.
Di sisi lain, pergerakan saham lapis dua dan tiga yang mendominasi daftar top gainers mengindikasikan masih adanya minat spekulatif di pasar, meskipun belum cukup kuat untuk menopang indeks secara keseluruhan.
Mengacu pada analisis MNC Sekuritas, IHSG sebelumnya sempat menguat signifikan namun masih tertahan oleh resistance MA20. Secara teknikal, posisi indeks saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A, sehingga masih berpotensi mengalami koreksi lanjutan ke area 6.745 hingga 6.849. Namun dalam skenario terbaik, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 7.323 hingga 7.450, dengan level support di 7.020 dan 6.917 serta resistance di 7.302 dan 7.440.(*)