KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, usai turun 9,75 poin atau 0,16 persen ke level 6.196,60.
Total volume transaksi pada sesi I hari ini tercatat mencapai 3,87 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp201,90 miliar dari 40,40 ribu transaksi.
Meski indeks utama bergerak di zona merah, sejumlah sektor masih menunjukkan ketahanan. Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan kenaikan 0,59 persen, diikuti sektor transportasi sebesar 0,49 persen, sektor industrial 0,48 persen, serta teknologi 0,40 persen.
Sementara itu, tekanan masih membayangi sektor keuangan yang turun 0,49 persen. Sektor barang konsumsi non primer melemah 0,23 persen, basic industry terkoreksi 0,20 persen, dan sektor cyclical juga turun 0,20 persen.
Pada jajaran top gainers pagi ini, saham PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) dari sektor properti dan konstruksi melonjak 18,97 persen ke level 138.
Kenaikan juga terjadi pada saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang bergerak di sektor restoran dan makanan cepat saji dengan penguatan 16,95 persen ke level 276.
Saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) dari sektor perbankan digital turut menguat 13,27 persen ke posisi 1.110. Selain itu, saham PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) yang bergerak di sektor properti naik 13,08 persen menjadi 147, sedangkan saham PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) dari sektor ritel terapresiasi 12,50 persen ke level 450.
Di sisi top losers, saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang bergerak di sektor kemasan plastik turun 14,63 persen ke level 210. Saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) dari sektor properti melemah 12,82 persen menjadi 136.
Tekanan juga terjadi pada saham PT City Retail Developments Tbk (NIRO) dari sektor properti yang turun 8,95 persen ke level 173. Kemudian saham PT Ateliers Mecaniques D'Indonesie Tbk (AMIN) dari sektor industri terkoreksi 6,50 persen menjadi 230, sementara saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) yang bergerak di sektor kemasan melemah 6,15 persen ke posisi 915.
Sementara itu, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang bergerak di sektor energi terpantau turun 1,25 persen ke level 474 pada awal perdagangan.
Analis Wanti-wanti Aksi Profit Taking
Diberitakan sebelumnya, IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa, 26 Mei 2026.
Secara teknikal, BRI Danareksa menyampaikan IHSG berhasil bertahan di area support 5.900–6.100 dan berpeluang melanjutkan rebound terbatas menuju resistance 6.250–6.300.
"Namun, pergerakan pasar masih cenderung volatile seiring pelaku pasar mencermati perkembangan negosiasi Iran-AS, rebalancing MSCI, serta potensi profit taking jelang libur panjang bursa," tulis BRI Danareksa dalam riset hariannya.
Sementara itu Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menyampaikan secara teknikal IHSG sudah berhasil rebound dari wave 5 / A sejak indikator RSI telah menunjukkan kondisi extremely oversold.
"Selain itu, indikator Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positf," kata dia dalam riset hariannya.
Menurut Nafan, para pelaku pasar saat ini mencermati tanda-tanda de-eskalasi konflik antara AS dengan Iran. Sentimen ini berhasil menekan harga minyak mentah dunia ke bawah level USD100 per barel, yang memberikan sentimen positif bagi stabilitas makro dan penurunan ketidakpastian global.
Untuk sentimen domestik, lanjut dia, volume perdagangan berpotensi tertahan mengingat bursa akan memasuki libur panjang dalam beberapa hari ke depan, yakni Hari Raya Idul Adha 1.447H dan Hari Lahir Pancasila pada periode akhir Mei hingga awal Juni 2026.
Nafan menilai para pelaku pasar berpotensi melakukan aksi profit taking jangka pendek demi mengamankan cash.
"Selain itu, pelaku pasar cenderung bersikap taktis dan berhati-hati dalam mencermati penyesuaian bobot indeks MSCI kuartalan yang tengah berlangsung dan mulai efektif pada 29 Mei 2026," ungkapnya. (*)