KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 4 Mei 2026, naik 45,70 poin atau 0,66 persen ke level 7.002,50. Sepanjang awal sesi, indeks sempat bergerak di kisaran 6.988 hingga 7.005, mencerminkan adanya upaya rebound setelah tekanan jual yang cukup dalam pada pekan sebelumnya.
Total volume transaksi tercatat mencapai 69,81 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp692,54 miliar dari 79,02 ribu transaksi. Aktivitas pasar menunjukkan mulai adanya akumulasi, meskipun secara keseluruhan sentimen masih cenderung berhati-hati.
Pergerakan sektoral memperlihatkan variasi kinerja, di mana sektor basic industry memimpin penguatan sebesar 2,10 persen, diikuti sektor infrastruktur naik 1,58 persen dan sektor industrial menguat 1,20 persen. Sektor properti juga mencatat kenaikan 0,94 persen, sementara sektor energi naik tipis 0,53 persen dan sektor keuangan bertambah 0,20 persen. Di sisi lain, sektor teknologi mengalami tekanan paling dalam dengan penurunan 1,37 persen, disusul sektor transportasi yang melemah 1,80 persen.
Dari sisi pergerakan saham, PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) memimpin top gainers dengan kenaikan 19,70 persen ke level 79. Disusul PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) yang bergerak di sektor ritel dengan penguatan 18,14 persen ke level 560. PT Martina Berto Tbk (MBTO) dari sektor kosmetik dan manufaktur naik 17,21 persen ke level 143, sementara PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) yang bergerak di sektor pariwisata menguat 16,28 persen ke level 3.000. PT Mega Perintis Tbk (ZONE) dari sektor ritel turut naik 11,18 persen ke level 378.
Sebaliknya, tekanan jual masih membayangi sejumlah saham. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) dari sektor transportasi laut menjadi top losers setelah turun 10,21 persen ke level 1.715. PT Pulau Subur Tbk (PTPS) yang bergerak di sektor perkebunan melemah 8,33 persen ke level 165, sementara PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) turun 7,49 persen ke level 1.605. PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) terkoreksi 7,30 persen ke level 254, dan PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) dari sektor consumer non-cyclical turun 7,10 persen ke level 1.570.
Meski IHSG menunjukkan penguatan pada awal perdagangan, tekanan pasar sebelumnya masih menjadi perhatian. Pada penutupan pekan lalu, IHSG terkoreksi 2,03 persen ke level 6.956 dan telah menembus area support krusial di 6.917, menandakan dominasi tekanan jual yang masih cukup kuat.
Secara teknikal, MNC Sekuritas melihat posisi IHSG saat ini berada dalam fase lanjutan koreksi. Dalam analisis gelombang, pergerakan indeks disebut sedang berada pada bagian dari wave v dari wave A dalam struktur wave yang lebih besar, yang mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan.
Dalam laporan risetnya, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih rawan bergerak ke rentang support 6.645 hingga 6.838, dengan level support terdekat di 6.838 dan 6.745, sementara resistance berada di kisaran 7.022 hingga 7.240. (*)