KABARBURSA.COM – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatat kinerja keuangan dan operasional tertinggi pada kuartal I 2026. Pertumbuhan terjadi di seluruh lini utama, didorong ekspansi kapasitas dan peningkatan layanan.
Presiden Direktur Siloam David Utama menyampaikan kinerja ini mencerminkan hasil dari transformasi yang telah dijalankan.
“Siloam memasuki tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, dimana transformasi yang kami lakukan sepanjang tahun lalu mulai memberikan hasil yang nyata. Kami mencatatkan kuartal dengan kinerja tertinggi, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,4 persen year on year (yoy), EBITDA meningkat 11,7 yoy, dan laba bersih tumbuh 14,8 persen, didukung oleh realisasi investasi strategis utama serta peningkatan berkelanjutan pada mekanisme rujukan pasien,” ujarnya dalam siaran pers dikutip, Senin, 4 Mei 2026.
Pada periode Januari–Maret 2026, Siloam membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,55 triliun, naik 8,4 persen dibandingkan Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA tercatat Rp748,85 miliar atau tumbuh 11,7 persen dari Rp670,29 miliar.
Laba bersih juga meningkat menjadi Rp293,57 miliar atau naik 14,8 persen dari Rp255,80 miliar. Marjin EBITDA berada di level 29,4 persen, naik dari 28,5 persen, sementara marjin laba bersih meningkat menjadi 11,5 persen dari 10,9 persen.
Secara kuartalan, kinerja menunjukkan penurunan dibanding kuartal IV 2025. Pendapatan turun 4,0 persen dari Rp2,65 triliun, EBITDA turun 8,3 persen dari Rp816,58 miliar, dan laba bersih terkoreksi 20,0 persen dari Rp367,05 miliar.
Tabel 1. Kinerja Keuangan SILO per Kuartal
| Komponen | Kuartal I 26 | Kuartal I 25 | YoY | Kuartal IV 25 | QoQ |
|---|---|---|---|---|---|
| Pendapatan Bersih | 2.546.637 | 2.349.240 | +8,4% | 2.653.397 | -4,0% |
| EBITDA | 748.854 | 670.286 | +11,7% | 816.577 | -8,3% |
| Marjin EBITDA | 29,4% | 28,5% | +0,9% | 30,8% | -1,4% |
| Laba Bersih | 293.572 | 255.803 | +14,8% | 367.054 | -20,0% |
| Marjin Laba Bersih | 11,5% | 10,9% | +0,6% | 13,8% | -2,3% |
Kinerja ini didukung ekspansi kapasitas tempat tidur yang meningkat 4,5 persen secara tahunan menjadi 4.383 unit. Tingkat okupansi tetap stabil di 62,4 persen.
Dari sisi operasional, jumlah rawat inap mencapai 76.847 pasien atau naik 2,1 persen. Hari perawatan meningkat 5,6 persen menjadi 246.217 hari, sementara kunjungan rawat jalan tumbuh 1,4 persen menjadi 1.065.792 kunjungan.
Tabel 2. Kinerja Operasional SILO
| Komponen | Kuartal I 26 | Kuartal I 25 | YoY | Kuartal IV 25 | QoQ |
|---|---|---|---|---|---|
| Tempat Tidur | 4.383 | 4.195 | +4,5% | 4.310 | +1,7% |
| Rawat Inap | 76.847 | 75.259 | +2,1% | 80.548 | -4,6% |
| Hari Perawatan | 246.217 | 233.109 | +5,6% | 259.509 | -5,1% |
| Okupansi | 62,4% | 62,4% | 0,0% | 65,4% | -4,6% |
| Rawat Jalan | 1.065.792 | 1.051.195 | +1,4% | 1.127.385 | -5,5% |
Manajemen menyebut pertumbuhan ini ditopang realisasi belanja modal multi-tahun, termasuk pengembangan fasilitas di Makassar dan Surabaya. Selain itu, peningkatan sistem rujukan pasien juga menjadi pendorong utama.
Siloam, ungkap David, juga memperluas layanan melalui peluncuran program bedah robotik di Indonesia Timur serta pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Inisiatif ini diarahkan untuk membangun konsep layanan kesehatan berbasis hospital of the future.
Di sisi layanan, perusahaan meluncurkan Siloam Medical Concierge yang menyediakan layanan second opinion, rujukan spesialis, dan panduan perawatan terintegrasi di dalam negeri.
“Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan retensi pasien dan mengurangi ketergantungan layanan ke luar negeri,” tutur David.
Manajemen menegaskan strategi ke depan akan tetap berfokus pada penguatan kapabilitas klinis dan peningkatan pengalaman pasien. Seluruh inisiatif tersebut dijalankan seiring komitmen keberlanjutan yang tertuang dalam laporan “The Care Continuum”.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.