Logo
>

Top Losers Sepekan, Ada Saham Jatuh Nyaris 40 Persen

Deretan saham mencatat penurunan tajam dalam sepekan dengan tekanan signifikan di berbagai periode.

Ditulis oleh Syahrianto
Top Losers Sepekan, Ada Saham Jatuh Nyaris 40 Persen
Sejumlah saham mencatat penurunan dalam dengan tekanan hingga puluhan persen. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Pergerakan pasar sepekan terakhir tak hanya diwarnai lonjakan, tetapi juga koreksi tajam. Sejumlah saham mencatat penurunan dalam dengan tekanan hingga puluhan persen.

Data yang dihimpun Kabarbursa.com, menunjukkan HOPE menjadi saham dengan penurunan terdalam dalam sepekan. Saham ini anjlok 38,43 persen ke level 165, dengan penurunan harian 7,00 persen dan koreksi tiga bulan mencapai 45,00 persen.

Meski begitu, dalam enam bulan HOPE masih mencatat kenaikan 33,06 persen dan dalam satu tahun melonjak 323,08 persen. Kapitalisasi pasarnya berada di kisaran 351,51 miliar.

Di posisi berikutnya, BABY turun 35,23 persen dalam sepekan ke harga 250. Saham ini juga melemah 9,00 persen dalam sehari, dengan kinerja tiga bulan terkoreksi 20,38 persen.

Dalam enam bulan, BABY turun 51,46 persen dan dalam satu tahun terkoreksi 33,16 persen. Kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar 709,14 miliar.

DSSA mencatat penurunan mingguan 28,22 persen ke level 1.615. Saham ini turun 6,10 persen harian, dengan koreksi tiga bulan mencapai 59,22 persen.

Dalam enam bulan DSSA melemah 53,32 persen dan dalam satu tahun turun 11,26 persen. Kapitalisasi pasarnya relatif besar, yakni sekitar 311,10 triliun.

MAXI juga terkoreksi 28,17 persen dalam sepekan ke level 51. Penurunan harian tercatat 6,00 persen, dengan kinerja tiga bulan minus 1,92 persen.

Dalam enam bulan, MAXI turun 8,93 persen dengan kapitalisasi pasar sekitar 490,12 miliar.

COCO mencatat penurunan mingguan 27,93 persen ke harga 320. Saham ini melemah 4,76 persen harian dan dalam tiga bulan turun 2,44 persen.

Dalam enam bulan, COCO turun 25,58 persen. Namun secara tahunan, saham ini masih melonjak 1.233,33 persen dengan kapitalisasi pasar 1,13 triliun.

KOBX turun 24,80 persen dalam sepekan ke level 185. Secara harian, saham ini terkoreksi 4,64 persen, namun masih mencatat kenaikan satu bulan 40,15 persen.

Dalam tiga bulan KOBX naik 11,45 persen dan dalam satu tahun menguat 4,52 persen. Kapitalisasi pasarnya sekitar 420,41 miliar.

UDNG mencatat penurunan mingguan 23,43 persen ke harga 915. Saham ini turun 4,69 persen dalam sehari dan dalam tiga bulan anjlok 67,20 persen.

Dalam enam bulan, UDNG melemah 73,32 persen. Namun secara tahunan masih mencatat kenaikan 291,03 persen dengan kapitalisasi pasar 1,60 triliun.

PACK turun 20,74 persen dalam sepekan ke level 214. Penurunan harian mencapai 6,96 persen, dengan koreksi tiga bulan sebesar 48,06 persen.

Meski demikian, PACK masih mencatat kenaikan 50,70 persen secara year to date dan 15,05 persen dalam satu tahun. Kapitalisasi pasarnya mencapai 6,92 triliun.

BEEF mencatat penurunan mingguan 20,31 persen ke harga 204. Saham ini relatif stabil harian dengan koreksi tipis 0,97 persen, namun dalam tiga bulan turun 30,61 persen.

Dalam enam bulan, BEEF melemah 56,96 persen dan dalam satu tahun turun 3,77 persen. Kapitalisasi pasarnya sekitar 1,65 triliun.

WGSH melengkapi daftar dengan penurunan mingguan 20,31 persen ke level 102. Saham ini justru naik tipis 0,99 persen secara harian.

Dalam tiga bulan WGSH turun 32,00 persen dan enam bulan melemah 28,17 persen. Namun dalam satu tahun masih naik 24,39 persen dengan kapitalisasi pasar sekitar 212,67 miliar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.