Logo
>

Kuartal I-2026 Berat bagi AADI, Laba Bersih Ambles 27 Persen

Kinerja keuangan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada tiga bulan awal tahun ini menunjukkan perlambatan yang cukup tajam

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Kuartal I-2026 Berat bagi AADI, Laba Bersih Ambles 27 Persen
Kuartal I-2026 Berat bagi AADI, Laba Bersih Ambles 27 Persen

KABARBURSA.COM - Kinerja keuangan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada tiga bulan awal tahun ini menunjukkan perlambatan yang cukup tajam. Emiten tambang tersebut hanya mampu membukukan laba bersih sebesar USD143,04 juta—merosot 27 persen dibandingkan capaian pada Kuartal I-2025 yang mencapai USD196 juta.

Merujuk laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, perusahaan yang berada di bawah naungan PT Adaro Strategic Investments ini mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD1,04 miliar. Angka tersebut terkoreksi signifikan, turun 10,3 persen secara tahunan dari posisi USD1,16 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan pendapatan tidak sepenuhnya diimbangi oleh efisiensi biaya. Beban pokok pendapatan hanya berhasil ditekan tipis sebesar 3,7 persen secara tahunan menjadi USD786,64 juta. Akibatnya, laba bruto tergerus cukup dalam. Pada Kuartal I-2026, laba bruto tercatat USD257,55 juta—menyusut 25,9 persen dibandingkan USD347,41 juta pada periode sebelumnya.

Tekanan juga terlihat pada lini operasional. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, laba usaha AADI tercatat sebesar USD211,66 juta atau turun 26,7 persen secara tahunan. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan berada di level USD208,44 juta, terkoreksi 25,6 persen dari USD280,3 juta pada Kuartal I-2025.

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar USD54,67 juta, laba periode berjalan tercatat USD153,77 juta—jatuh 31 persen. Adapun laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD143,04 juta, atau mengalami kontraksi 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi posisi keuangan, struktur neraca masih menunjukkan stabilitas relatif. Hingga 31 Maret 2026, total ekuitas AADI tercatat sebesar USD3,78 miliar, meningkat 3,6 persen dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar USD3,65 miliar. Di sisi lain, total liabilitas berhasil ditekan menjadi USD2 miliar, turun 2,8 persen secara year-to-date.

Total aset perseroan mencapai USD5,78 miliar, naik tipis 1,3 persen sejak awal tahun. Namun, posisi kas dan setara kas mengalami sedikit penyusutan menjadi USD914,43 juta, turun 1,2 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang mencapai USD925,45 juta.

Jika menelisik arus kas, tekanan terlihat lebih kentara. Arus kas bersih dari aktivitas operasi anjlok drastis hingga 86,1 persen secara tahunan, hanya tersisa USD45,29 juta. Selain itu, aktivitas investasi turut menyedot dana dengan arus kas keluar bersih sebesar USD68,29 juta.

Meski demikian, terdapat secercah penopang dari sisi pendanaan. Pada Kuartal I-2026, perseroan mencatat arus kas bersih dari aktivitas pendanaan sebesar USD14,49 juta—berbalik arah dari posisi negatif USD392,39 juta pada periode sebelumnya. Peningkatan ini terutama ditopang oleh tambahan pinjaman bank yang mencapai USD120,09 juta, memberikan bantalan likuiditas di tengah tekanan kinerja operasional.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.