KABARBURSA.COM– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat, 23 Januari 2026, dengan pergerakan menguat terbatas. Pada awal sesi, IHSG tercatat naik 22,78 poin atau 0,25 persen ke level 9.014,97, setelah sempat bergerak di rentang 9.006 hingga 9.039.
Meski berada di zona hijau, pergerakan indeks masih diwarnai fluktuasi dan tekanan jual asing yang relatif dominan.
Data perdagangan menunjukkan aktivitas pasar terbilang aktif dengan volume transaksi mencapai 15,94 juta lot dan nilai perdagangan sekitar Rp1,05 triliun, yang melibatkan 126.555 transaksi. Namun, aliran dana investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp1,33 triliun di seluruh pasar. Secara rinci, nilai jual bersih asing di pasar reguler tercatat Rp964,14 miliar, sementara di pasar tunai dan negosiasi mencapai Rp363,20 miliar. Di sisi lain, investor domestik masih mendominasi dengan porsi transaksi sebesar 66,51 persen, sedangkan kontribusi asing berada di kisaran 33,49 persen.
Dari deretan saham berkapitalisasi besar, PT Aneka Tambang Tbk dari sektor pertambangan logam dasar mencatatkan penguatan signifikan. Saham ANTM naik 120 poin atau 2,84 persen ke level 4.340, seiring minat beli yang masih bertahan di saham berbasis komoditas. Sementara itu, PT Bakrie & Brothers Tbk yang bergerak di sektor konglomerasi tercatat stagnan di level 188.
Pada jajaran saham dengan penguatan tertinggi, PT Jasnita Telekomindo Tbk dari sektor teknologi informasi memimpin daftar top gainer dengan lonjakan 23,76 persen ke harga 125. Disusul PT Lippo Cikarang Tbk di sektor properti yang melonjak 20,86 persen ke level 985, serta PT Planet Properindo Jaya Tbk yang naik 9,88 persen ke harga 89. Pergerakan saham-saham lapis dua dan tiga ini mencerminkan masih adanya aksi spekulatif di tengah pasar yang belum sepenuhnya stabil.
Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada kelompok saham top loser. PT Kioson Komersial Indonesia Tbk dari sektor perdagangan digital terkoreksi 13,40 persen ke level 168. PT Pudjiadi Prestige Tbk di sektor perhotelan dan properti turun 12,41 persen ke harga 600, sementara PT Pakuan Tbk dari sektor properti melemah 10,33 persen ke level 6.725.
Secara sektoral, saham sektor industri dasar menjadi penopang utama indeks dengan kenaikan 1,27 persen. Sektor transportasi juga menguat 0,46 persen, diikuti sektor industri yang naik 0,32 persen dan sektor kesehatan yang menguat 0,23 persen. Di sisi lain, tekanan terjadi pada sektor siklikal yang terkoreksi 0,35 persen, sektor energi yang turun 0,26 persen, serta sektor properti yang melemah 0,45 persen.
Melalui risetnya, analis MNCS Sekuritas menilai IHSG saat ini masih berada dalam fase wave iv dari wave 5, sehingga potensi koreksi lanjutan masih perlu diwaspadai. IHSG dinilai rawan menguji area support terdekat di kisaran 8.988 hingga 8.956 apabila tekanan jual kembali meningkat. Sementara itu, area resistance terdekat berada di rentang 9.024 hingga 9.034, dengan resistance lanjutan di 9.120 dan 9.192. Selama indeks belum mampu bertahan kuat di atas area tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih cenderung fluktuatif dengan risiko koreksi jangka pendek.(*)