KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatan pada pekan perdagangan 12 hingga 15 Januari 2026, meski durasi transaksi hanya berlangsung empat hari akibat libur Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 16 Januari 2026. Sentimen domestik yang relatif stabil serta selektivitas investor pada saham-saham dengan aliran dana kuat menjadi penopang utama pergerakan pasar.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menilai IHSG saat ini masih berada dalam fase bullish, dengan pergerakan yang cenderung terjaga selama tidak ada tekanan global yang signifikan.
“IHSG masih di fase bullish,” ujar David, Senin, 12 Januari 2026.
Menurutnya, dalam kondisi pasar seperti ini, pendekatan yang lebih efektif adalah mengikuti pergerakan dana atau follow the money, khususnya pada saham-saham yang berada dalam tren naik dan menunjukkan akumulasi kuat dari pelaku pasar. Pada perdagangan akhir pekan lalu, money flow terlihat mulai mengalir ke sektor properti, yang dinilai menarik untuk dicermati dalam jangka pendek.
Ia juga mengingatkan agar trader tetap disiplin dalam menerapkan manajemen risiko, mengingat volatilitas masih berpotensi muncul seiring dinamika global dan rilis data ekonomi.
Selain pergerakan teknikal, perhatian pelaku pasar pada pekan ini juga tertuju pada rilis Data Neraca Perdagangan Indonesia periode Desember yang dijadwalkan diumumkan pemerintah. Data ini dinilai krusial dalam memengaruhi persepsi investor, terutama terkait stabilitas nilai tukar dan keberlanjutan arus modal asing.
“Pasar menantikan apakah surplus perdagangan Indonesia masih berlanjut di tengah fluktuasi harga komoditas global. Angka surplus yang kuat akan memperkokoh nilai tukar Rupiah dan menjaga minat investor asing,” ujar David.
Merespons dinamika pasar tersebut, IPOT merekomendasikan saham PT Bumi Serpong Damai Tbk dengan kode saham BSDE yang bergerak di sektor properti. Saham ini berada pada harga saat ini 950 dengan area beli di 950, target harga 1.050 atau potensi kenaikan 10,53 persen, serta stop loss di 920 atau risiko penurunan 3,16 persen, dengan rasio risk to reward sebesar 1 banding 3,3. Emiten ini mengonfirmasi area support kuat di level 920, sementara indikator MACD mulai membentuk golden cross. Seiring mulai menariknya aliran dana ke sektor properti, saham BSDE dinilai layak untuk strategi trading pada pekan ini.
Dari sektor tambang emas, IPOT menilai saham PT Archi Indonesia Tbk dengan kode ARCI menarik untuk strategi buy on breakout. Saham ini berada di harga saat ini 1.695 dengan area entry di 1.695, target harga 1.875 atau potensi kenaikan 10,62 persen, serta stop loss di 1.625 atau risiko penurunan 4,13 persen, dengan rasio risk to reward sebesar 1 banding 2,6. Prospek sektor tambang emas dinilai masih solid, sementara pergerakan harga ARCI menunjukkan konsolidasi yang sehat dan berpotensi mengalami breakout pada pekan ini.
Sementara itu dari sektor energi, IPOT merekomendasikan saham PT Indika Energy Tbk dengan kode INDY melalui strategi buy on pullback. Saham ini berada di harga saat ini 2.880 dengan area entry di kisaran 2.700 hingga 2.780, target harga 3.000 atau potensi kenaikan 11,11 persen, serta stop loss di 2.550 atau risiko penurunan 5,56 persen, dengan rasio risk to reward sebesar 1 banding 2,0. Secara teknikal, saham INDY berada dalam tren naik di atas MA5 dan dari sisi price action dinilai masih atraktif untuk ditradingkan dalam jangka pendek.
Selain saham, IPOT juga merekomendasikan pembelian Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 dengan kode XIHD. Rekomendasi ini didukung oleh kondisi fundamental makro yang solid, tercermin dari cadangan devisa Indonesia yang kembali meningkat signifikan pada Desember 2025 hingga mencapai USD 156,5 miliar, naik dibandingkan posisi bulan sebelumnya sebesar USD 150,1 miliar. Kenaikan cadangan devisa tersebut ditopang oleh penerimaan pajak, sektor jasa, serta keberhasilan penerbitan global sukuk pemerintah.
Melalui posisi tersebut, cadangan devisa Indonesia kini memadai untuk membiayai 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor termasuk kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kondisi ini memperkuat stabilitas ekonomi domestik dan menjadi sentimen positif bagi Power Fund Series XIHD, terutama di tengah ekspektasi neraca perdagangan yang tetap kuat.
IHSG dinilai masih memiliki ruang untuk bergerak positif pada pekan ini, meski pelaku pasar tetap perlu mencermati rilis data ekonomi dan menjaga disiplin pengelolaan risiko.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.