KABARBURSA.COM – Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026, Kembali ke level 8.800-an. Sejumlah saham berkapitalisasi besar, semerti Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan transaksi asing yang sangat besar.
IHSG sesi I ditutup menguat 0,65 persen ke level 8.804,84, naik sekitar 56 poin dari penutupan sebelumnya. Sejak pembukaan di area 8.778, indeks bergerak stabil dan sempat menguji level tertinggi intraday di 8.816, sebelum terkoreksi tipis.
Walau begitu, rentang pergerakannya relatif sempit, antara 8.732 hingga 8.816. Volatilitas cukup terkendali dan pasar tidak bergejolak secara berlebihan.
Dari sisi likuiditas, aktivitas transaksi tergolong aktif dengan volume mencapai sekitar 400 juta lot dan nilai transaksinya menembus Rp19,2 triliun. Angka ini menegaskan bahwa penguatan indeks tidak terjadi dalam kondisi sepi, melainkan didukung partisipasi pelaku pasar yang cukup luas.
Jika dilihat dari chart harian, IHSG masih berada dalam struktur uptrend yang rapi. Sejak pertengahan tahun lalu, indeks membentuk rangkaian higher low dan higher high. Saat ini, indeks bergerak di dekan area puncak historisnya.
Volume yang cenderung stabil hingga meningkat seiring kenaikan harga, memperkuat sinyal bahwa tren naik masih terkonfirmasi secara teknikal.
Di papan top gainer, saham-saham berkapitalisasi kecil hingga menengah seperti AHAP, BIPI, dan VINS, mencata lonjakan harga yang sangat signifikan, mencapai puluhan persen. Lonjakan ini mencerminkan spekulasi jangka pendek, bukan representasi arah pasar secara keseluruhan
Sedangkan di daftar top losers, tekanan terlihat pada saham-saham seperti KLAS, MPXL, dan LION, yang masing-masing terkoreksi dua digit. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun indeks menguat, selektivitas pasar tetap tinggi dan tidak semua saham bergerak searah.
Investor asing ikut meramaikan pergerakan indeks. Data menunjukkan adanya beli bersih asing yang cukup besar, terutama pasa saham-saham tertentu. Misalnya saham BIPI yang berhasil mengumpulkan nilai net foreign buy mendekati Rp234.128.400. Disusul dengan GOTO dan BBKP.
Namun, di saat yang sama asing masih mencatatkan aksi jual bersih pada saham-saham seperti DEWA dan BUMI. Artinya, ada rotasi sektoral di mana investor asing cenderung mengalihkan dana dari saham defensif berkapitalisasi besar ke saham-saham yang dinilai menawarkan momentum atau valuasi lebih menarik.
Jadi, secara keseluruhan, kinerja IHSG di sesi I menunjukkan kondisi pasar yang sehat dan terkontrol. Penguatan indeksi didukung likuiditas yang memadai, struktur teknikal yang masih kuar, serta aliran dana asing yang selektif.
Meski demikian, pergerakannya tidak merata dan belum memasuki fase euforia. Untuk jangka pendek, selama IHSG mampu bertahan di atas area 8.700-8.750, tren naik masih berpeluang berlanjut dengan pengujian level psikologis berikutnya.
Namun, volatilitas sektoral dan rotasi dana akan tetap menjadi faktor kunci yang membentuk dinamika pasar pada sesi-sesi berikutnya.(*)