KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026 sesi satu. Indeks turun 12,66 poin atau 0,17 persen ke level 7.428,25 pada awal sesi perdagangan pagi. Sepanjang sesi awal, IHSG sempat bergerak di kisaran tertinggi 7.527,32 sebelum kemudian melemah hingga mendekati level terendah di sekitar 7.428.
Data perdagangan menunjukkan aktivitas pasar yang cukup aktif. Total volume transaksi tercatat mencapai 109,32 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp4,59 triliun dari sekitar 642 ribu transaksi yang terjadi di seluruh pasar.
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru mencatatkan penguatan signifikan. Salah satunya adalah saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) yang bergerak di sektor infrastruktur dan konstruksi. Saham KRYA naik 15 poin atau 25,86 persen ke level 73. Perusahaan ini dikenal bergerak di bidang jasa konstruksi dan pembangunan infrastruktur, sehingga pergerakan sahamnya sering dipengaruhi proyek pembangunan serta aktivitas investasi sektor konstruksi.
Kenaikan juga terjadi pada saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang bergerak di sektor keuangan. Saham DEFI menguat 23 poin atau 25,84 persen ke posisi 112. Perusahaan ini menjalankan bisnis pembiayaan dan jasa keuangan yang menyasar segmen konsumen maupun korporasi, sehingga pergerakannya sering mengikuti sentimen industri pembiayaan.
Penguatan berikutnya datang dari saham PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) yang berada di sektor teknologi dan telekomunikasi. Saham SEMA melonjak 23 poin atau 24,21 persen ke level 118. Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia solusi infrastruktur digital dan teknologi komunikasi yang berkembang seiring meningkatnya kebutuhan digitalisasi di Indonesia.
Lonjakan juga terjadi pada saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang bergerak di sektor industri dasar dan manufaktur logam. Saham ALKA naik 165 poin atau 23,40 persen ke level 870. Perusahaan ini memproduksi aluminium dan berbagai produk logam yang digunakan dalam sektor konstruksi dan industri manufaktur.
Selain itu, saham PT Pakuan Tbk (UANG) yang bergerak di sektor properti turut mencatat kenaikan kuat. Saham UANG melesat 770 poin atau 22,32 persen ke level 4.220. Emiten ini fokus pada pengembangan kawasan properti dan real estate, terutama di wilayah yang sedang berkembang.
Di sisi lain, sejumlah saham justru mengalami tekanan jual. Saham PT Indospring Tbk (INDS), perusahaan yang bergerak di sektor industri otomotif khususnya produksi komponen pegas kendaraan, turun 105 poin atau 14,38 persen ke level 625. Pelemahan juga terjadi pada saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) dari sektor pariwisata dan perhotelan yang terkoreksi 85 poin atau 14,29 persen ke level 510.
Tekanan juga terlihat pada saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), perusahaan sektor energi yang bergerak dalam perdagangan batu bara, yang turun 32 poin atau 11,59 persen ke level 244. Sementara itu saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) yang bergerak di sektor perikanan dan kelautan melemah 160 poin atau 9,17 persen ke level 1.585. Saham PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN) yang bergerak di sektor properti juga turun 5 poin atau 8,77 persen ke level 52.
Secara sektoral, pergerakan indeks sektor menunjukkan variasi yang cukup beragam. Sektor teknologi mencatat kenaikan sekitar 1,00 persen, sementara sektor infrastruktur naik sekitar 0,61 persen. Sektor transportasi juga menguat 0,52 persen dan sektor kesehatan bertambah sekitar 0,44 persen. Di sisi lain, sektor industri dasar mengalami penurunan sekitar 1,25 persen dan sektor energi turun 0,69 persen, menjadi penekan utama pergerakan indeks pada pagi hari.
Sementara itu, sektor properti tercatat menguat sekitar 0,55 persen dan sektor barang konsumsi non-primer naik 0,27 persen. Sektor keuangan juga masih mencatat kenaikan tipis sekitar 0,18 persen, menunjukkan sebagian investor masih melakukan akumulasi pada saham-saham tertentu meskipun indeks bergerak terbatas.
Berdasarkan riset MNC Sekuritas, pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi setelah sebelumnya mencatat penguatan. Dalam laporan harian yang dirilis pada Rabu, 11 Maret 2026, analis MNC Sekuritas menyebut IHSG berpotensi berada pada bagian dari wave koreksi lanjutan sehingga pelaku pasar diminta mencermati area koreksi berikutnya di sekitar 7.140. Namun demikian, apabila indeks mampu bertahan dan menguat, maka peluang kenaikan berikutnya diperkirakan berada pada rentang 7.573 hingga 7.701.(*)