Logo
>

IHSG Melemah ke 9.087, Asing Net Sell Rp98 Miliar

IHSG dibuka melemah 0,52 persen ke level 9.087. Saham big caps seperti UNTR dan ASII tertekan, sementara asing catat net sell Rp98 miliar.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Melemah ke 9.087, Asing Net Sell Rp98 Miliar
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan pagi Rabu, 21 Januari 2026. Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat berada di level 9.087,32 atau turun 47,39 poin yang setara dengan penurunan sebesar 0,52 persen dibandingkan penutupan sebelumnya

     Sejak pembukaan, indeks langsung berada di zona merah dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 9.104,49 sebelum melemah ke level terendah 9.075,47.

    Tekanan jual terlihat cukup dominan di awal sesi. Total volume transaksi di seluruh pasar tercatat sebanyak 24,71 juta lot dengan nilai perdagangan mencapai Rp1,34 triliun dari sekitar 138.020 transaksi.

    Pada pasar reguler, volume perdagangan tercatat 24,69 juta lot dengan nilai transaksi yang relatif sama, yakni Rp1,34 triliun.

    Dari sisi aliran dana investor asing, pasar masih diwarnai aksi jual bersih. Data menunjukkan nilai beli asing mencapai Rp7,50 triliun, sementara nilai jual asing tercatat Rp7,60 triliun.

    Dengan demikian, net foreign sell di seluruh pasar mencapai sekitar Rp98,18 miliar. Meski demikian, pada pasar reguler masih tercatat net foreign buy sebesar Rp6,50 miliar, yang tertahan oleh aksi jual asing di pasar tunai dan negosiasi dengan nilai mencapai Rp104,68 miliar.

    Secara komposisi, transaksi domestik mendominasi pasar dengan porsi sekitar 74,66 persen, sedangkan investor asing menyumbang sekitar 25,34 persen dari total nilai transaksi.

    Di jajaran saham yang mencatatkan penguatan tertinggi, PT Indal Aluminium Industry Tbk dari sektor basic materials dengan kode emiten INAI memimpin daftar top gainers setelah melonjak sebesar 27,96 persen ke level harga 238.

    Penguatan signifikan juga terjadi pada saham PT Royalta Mulia Kontraktorindo Tbk sektor infrastruktur dengan kode emiten RMKO yang naik 21,91 persen ke level 1.085. Selanjutnya, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk sektor basic industry berkode emiten IFII menguat 20,69 persen ke level 350. 

    Penguatan berikutnya ada di PT Era Digital Media Tbk sektor teknologi dengan kode emiten AWAN yang naik 19,13 persen ke posisi 274. Saham PT Surya Permata Andalan Tbk sektor properti berkode emiten NATO turut menguat 17,42 persen ke level 910.

    Sebaliknya, tekanan cukup dalam dialami oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT United Tractors Tbk sektor industrial dengan kode emiten UNTR menjadi top loser setelah turun 13,68 persen ke harga 27.600.

    Pelemahan juga dialami PT Ever Shine Tex Tbk sektor consumer cyclicals dengan kode emiten ESTI yang terkoreksi 12,30 persen ke level 214. Saham PT Astra International Tbk sektor industrial dengan kode emiten ASII melemah 9,28 persen ke level 6.600.

    Sementara PT Kedawung Indah Can Tbk sektor basic industry berkode emiten KICI turun 9,02 persen ke posisi 242. PT Trisula Textile Industries Tbk sektor consumer cyclicals dengan kode emiten BELL ikut tertekan sebesar 8,78 persen ke level 135.

    Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral bergerak melemah. Sektor industrial mencatatkan koreksi terdalam dengan penurunan sebesar 4,39 persen. Sektor properti turun 1,06 persen, sektor kesehatan melemah 0,91 persen, dan sektor teknologi terkoreksi 0,87 persen.

    Sektor energi juga berada di zona merah dengan penurunan 0,50 persen, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 0,25 persen. Di sisi lain, sektor basic industry menjadi penopang pasar dengan kenaikan 0,64 persen.

    Sektor transportasi menguat 0,30 persen dan sektor non-cyclical naik tipis 0,18 persen, sementara sektor keuangan dan consumer cyclical bergerak relatif terbatas di kisaran nol koma satu persen dan nol koma nol empat persen.

    Analis MNC Sekuritas dalam laporan MNCS Daily Scope Wave edisi 21 Januari 2026 menyampaikan bahwa secara teknikal IHSG sebelumnya sempat menguat tipis nol koma nol satu persen ke level 9.134, namun pergerakan tersebut disertai dengan tekanan jual yang mulai meningkat.

    Target penguatan jangka pendek dinilai telah tercapai, sehingga investor perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan ke area 9.088 hingga 9.106 yang masih merupakan bagian dari wave kelima dari wave ketiga.

    Apabila tekanan jual mereda dan indeks mampu bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan lanjutan terbuka menuju rentang 9.192 hingga 9.229. Adapun level support IHSG berada di area 9.008 dan 8.956, sementara level resistance terdekat berada di 9.192 dan 9.227. Untuk strategi perdagangan jangka pendek.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Desty Luthfiani

    Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

    Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

    Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

    Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".