KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sementara bergerak menguat pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026. Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG naik 51,09 poin atau 0,58 persen ke level 8.935,81. Sejak pembukaan, indeks bergerak di rentang 8.925,79 hingga 8.936,62, mencerminkan sentimen pasar yang relatif positif di awal sesi.
Data perdagangan menunjukkan aktivitas transaksi cukup aktif. Total volume transaksi tercatat sebanyak 6,49 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp385,09 miliar dan frekuensi 69.940 kali. Secara reguler, volume tercatat 6,49 juta lot dengan nilai Rp385,00 miliar dari 69.880 transaksi.
Dari sisi investor asing, tercatat aksi beli sebesar Rp9,25 triliun dan jual Rp9,15 triliun, sehingga mencatatkan net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp101,97 miliar. Pada pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp205,00 miliar, sementara pada pasar tunai dan negosiasi terjadi net sell Rp103,03 miliar. Porsi transaksi masih didominasi investor domestik sebesar 77,07 persen, sedangkan asing sebesar 22,93 persen.
Pergerakan sektor mayoritas berada di zona hijau. Sektor barang baku atau basic industry mencatat penguatan tertinggi sebesar 1,41 persen. Sektor properti naik 0,86 persen, sektor siklikal menguat 0,75 persen, sektor industri naik 0,67 persen, sektor kesehatan menguat 0,63 persen, sektor energi naik 0,62 persen, sektor keuangan menguat 0,55 persen, sektor infrastruktur naik 0,39 persen, sektor non-siklikal menguat 0,37 persen, dan sektor teknologi naik 0,23 persen. Sementara itu, sektor transportasi menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 0,24 persen.
Di jajaran saham penggerak, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk sektor energi mencatat kenaikan harga ke level 2.220 atau naik 70 poin setara 3,26 persen. Saham ini menjadi salah satu kontributor penguatan indeks di awal perdagangan.
Pada daftar top gainers, PT Satria Mega Kencana Tbk sektor perdagangan dengan kode emiten SOTS melonjak 24,84 persen ke level 4.020. PT Indospring Tbk sektor industri otomotif dengan kode INDS menguat 24,72 persen ke 444. PT Charnic Capital Tbk sektor keuangan dengan kode NICK naik 24,28 persen ke 1.510. PT Ifishdeco Tbk sektor pertambangan dengan kode IFSH menguat 20,83 persen ke 2.030, sementara PT Multi Garam Utama Tbk sektor industri dengan kode FOLK naik 13,14 persen ke 990.
Sementara itu, tekanan jual terlihat pada beberapa saham. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk sektor properti dengan kode ROCK menjadi top loser setelah turun 13,91 persen ke 1.300. PT Victoria Care Indonesia Tbk sektor barang konsumsi dengan kode VICI melemah 11,19 persen ke 595. PT Indo Boga Sukses Tbk sektor konsumsi non-siklikal dengan kode IBOS turun 9,82 persen ke 101. PT Agro Bahari Nusantara Tbk sektor perikanan dengan kode UDNG melemah 9,75 persen ke 3.240, sedangkan PT Harta Djaya Karya Tbk sektor properti dengan kode MEJA turun 9,47 persen ke 153.
Secara teknikal, analis MNCS dalam laporan Daily Scope Wave tanggal 13 Januari 2026 menyebutkan IHSG sebelumnya terkoreksi 0,58 persen ke level 8.884 dan masih didominasi tekanan jual yang cenderung meningkat. Namun koreksi tersebut tertahan oleh garis MA20 dan telah mencapai area koreksi yang diperkirakan sebelumnya.
MNCS menilai posisi IHSG saat ini berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area 9.032 hingga 9.100. Level support berada di 8.839 dan 8.764, sementara resistance berada di 8.908 dan 8.996.(*)