KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. Berdasarkan data perdagangan pagi, IHSG berada di level 7.466,29 atau naik 128,92 poin setara 1,76 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Pergerakan indeks sempat menunjukkan volatilitas pada awal perdagangan sebelum bergerak stabil di kisaran level 7.300 hingga 7.400. Aktivitas transaksi di pasar saham juga mulai meningkat sejak pembukaan.
Tercatat volume perdagangan mencapai sekitar 9,25 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp600,24 miliar dari lebih dari 50,61 ribu kali transaksi.
Dari sisi aktivitas investor asing, tercatat terjadi aliran dana masuk atau net foreign buy sebesar sekitar Rp749,85 miliar di pasar reguler. Nilai pembelian investor asing mencapai sekitar Rp7,73 triliun, sementara nilai penjualan berada di kisaran Rp6,98 triliun.
Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan pagi ini. Saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) menjadi salah satu penguat terbesar setelah naik 140 poin atau sekitar 14,89 persen ke level 1.080. Emiten ini bergerak di sektor properti dan perhotelan yang fokus pada bisnis hotel serta pengelolaan properti komersial.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang bergerak di sektor perdagangan ritel fesyen. Saham ZONE naik 54 poin atau sekitar 13,37 persen ke level 458. Perusahaan ini dikenal sebagai distributor dan peritel berbagai merek pakaian serta produk fesyen di Indonesia.
Saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) turut mencatatkan kenaikan sebesar 18 poin atau sekitar 12,33 persen ke harga 164. Emiten ini bergerak di sektor tekstil dan garmen yang memproduksi berbagai jenis kain serta pakaian jadi untuk pasar domestik dan ekspor.
Selain itu, saham PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) yang bergerak di sektor industri kabel komunikasi naik 28 poin atau sekitar 12,28 persen ke level 256. Sementara saham PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) yang beroperasi di sektor tekstil juga menguat 19 poin atau sekitar 12,18 persen ke level 175.
Di sisi lain, beberapa saham justru mengalami pelemahan cukup dalam. Saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) yang bergerak di sektor perhotelan turun 70 poin atau sekitar 10,07 persen ke level 625.
Pelemahan juga terjadi pada saham PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) yang bergerak di sektor transportasi dan logistik maritim. Saham BESS turun 115 poin atau sekitar 10,04 persen ke harga 1.030.
Selanjutnya saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), perusahaan yang bergerak di sektor industri logam dan aluminium, turun 55 poin atau sekitar 9,73 persen ke level 510. Saham PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) yang bergerak di sektor energi dan perdagangan produk minyak juga melemah 24 poin atau sekitar 9,52 persen menjadi 228. Sementara saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) yang beroperasi di sektor perikanan dan maritim turun 180 poin atau sekitar 9,30 persen ke harga 1.755.
Sektor yang Menyala di Zona Hijau
Dari sisi sektor, mayoritas indeks sektoral berada di zona hijau. Sektor industri mencatat penguatan terbesar sekitar 3,15 persen, disusul sektor bahan baku atau basic industry yang naik sekitar 2,87 persen.
Sektor barang konsumsi siklikal juga menguat sekitar 2,66 persen, sementara sektor properti naik sekitar 2,00 persen dan sektor infrastruktur meningkat sekitar 2,02 persen.
Selain itu sektor transportasi naik sekitar 1,70 persen, sektor barang konsumsi non siklikal menguat 1,59 persen, sektor teknologi naik 1,07 persen, dan sektor keuangan menguat sekitar 1,04 persen.
Sementara sektor energi juga mengalami kenaikan sekitar 1,01 persen dan sektor kesehatan bergerak relatif tipis dengan kenaikan sekitar 0,10 persen.
Sebelumnya dalam laporan riset harian, analis MNC Sekuritas menyebut IHSG sempat mengalami koreksi hingga 3,27 persen ke level 7.337 pada perdagangan sebelumnya dengan peningkatan volume penjualan.
Secara teknikal, indeks disebut telah mencapai area koreksi minimal di sekitar 7.391 dan saat ini diperkirakan berada dalam fase wave koreksi lanjutan.
Dalam skenario tersebut, area 7.140 dinilai menjadi potensi level koreksi berikutnya, sementara area penguatan jangka pendek berada di rentang 7.391 hingga 7.421.(*)