KABARBURSA.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jelang akhir tahun masih diwarnai volatilitas tinggi di tengah tarik-menarik antara aksi beli selektif dan tekanan jual jangka pendek.
Pada perdagangan pagi ini, IHSG berada di level 8.556,87 atau menguat 18,96 poin setara 0,22 persen pada Senin, 29 Desember 2025. Sepanjang sesi berjalan, indeks sempat bergerak dari level terendah 8.545,72 dan menyentuh level tertinggi di 8.573,95 sebelum kembali bergerak terbatas.
Data perdagangan menunjukkan aktivitas pasar relatif moderat. Total volume transaksi di seluruh pasar tercatat sekitar 14,45 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp813,63 miliar dan frekuensi mencapai 148.920 kali transaksi. Pada pasar reguler, volume perdagangan mencapai 14,42 juta lot dengan nilai transaksi Rp811,75 miliar dan frekuensi 148.710 kali.
Dari sisi aliran dana, investor asing masih mencatatkan posisi beli bersih di pasar secara keseluruhan. Nilai beli asing tercatat sebesar Rp6,35 triliun, sementara jual asing mencapai Rp4,27 triliun, sehingga menghasilkan net foreign buy di seluruh pasar sekitar Rp2,08 triliun.
Kendati demikian, di pasar reguler, asing masih mencatatkan net foreign sell sebesar Rp238,83 miliar. Sementara itu, pada segmen tunai dan negosiasi, asing membukukan net foreign buy sebesar Rp2,32 triliun. Komposisi transaksi masih didominasi investor domestik dengan porsi 76,19 persen, sedangkan investor asing berkontribusi 23,81 persen.
Pergerakan sektoral terlihat bervariasi. Sektor basic industry mencatatkan penguatan paling menonjol dengan kenaikan 1,22 persen, disusul sektor energi yang menguat 0,81 persen, transportasi naik 0,64 persen, dan sektor keuangan menguat 0,53 persen.
Sektor industrial juga bergerak naik tipis sebesar 0,09 persen. Di sisi lain, tekanan terlihat pada sektor teknologi yang turun 0,74 persen, sektor kesehatan melemah 0,12 persen, sektor infrastruktur turun 0,11 persen, sektor properti terkoreksi 0,01 persen, sektor non-cyclical turun 0,02 persen, dan sektor cyclical menjadi yang tertekan paling dalam dengan penurunan 2,04 persen.
Di jajaran saham penggerak, PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) menjadi top gainer setelah sahamnya naik 27,27 persen ke level 238. Penguatan juga terjadi pada PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang melonjak 22,43 persen ke level 262, PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT) yang naik 17,44 persen ke 202, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) menguat 16,06 persen ke 159, serta PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) yang naik 15,46 persen ke 112. Sementara itu, saham PT Buana Lintas Lautan Tbk turut mencatatkan kenaikan 8,42 persen ke level 412.
Sebaliknya, tekanan jual terjadi pada sejumlah saham yang masuk jajaran top losers. Saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) turun 13,03 persen ke level 10.175, PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) melemah 9,43 persen ke 720, PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) turun 9,23 persen ke 590, PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) terkoreksi 8,97 persen ke 710, dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) melemah 6,98 persen ke level 600.
Analis MNCS dalam laporan Daily Scope Wave edisi 29 Desember 2025 menilai bahwa secara teknikal IHSG masih berada dalam fase koreksi jangka pendek.
Setelah sebelumnya turun 0,55 persen ke area 8.537 dan bergerak di bawah rata-rata pergerakan MA20, IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian wave iv dari wave 5. Dalam skenario ini, indeks dinilai masih rawan melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 8.464 hingga 8.493 sekaligus menutup area gap tipis.
Namun demikian, analis juga mengingatkan adanya skenario terburuk apabila IHSG telah menyelesaikan wave pertama dan berpotensi terkoreksi lebih dalam menuju area psikologis 8.000. Untuk jangka pendek, level support IHSG berada di 8.493 dan 8.414, sementara area resistance terdekat berada di 8.656 dan 8.714.(*)