Logo
>

IHSG Ngebut ke 9.000, MNC Sekuritas Nilai Tren Masih Kuat

Penguatan IHSG disertai volume beli dinilai sebagai sinyal teknikal positif, dengan peluang lanjutan menuju area 9.100.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
IHSG Ngebut ke 9.000, MNC Sekuritas Nilai Tren Masih Kuat
IHSG menguat ke level 9.000 dengan volume beli. MNC Sekuritas menilai tren masih kuat dan membuka peluang uji level lebih tinggi. Foto: Dok. IDX Channel

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan kembali menunjukkan taringnya. Perdagangan Rabu, 14 Januari 2026 ditutup dengan penguatan 0,94 persen ke level 9.032. Angka itu bukan sekadar cantik di layar, tapi juga datang dengan satu konfirmasi penting, yakni perihal volume beli yang ikut mengalir.

    Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG kali ini bukan jebakan. Target minimal yang sebelumnya dibidik di area 9.032 sudah tersentuh, dan pasar masih menyisakan tenaga untuk melangkah lebih jauh.

    Dalam kajiannya, Herditya menyebut posisi IHSG saat ini diperkirakan berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii]. Artinya, secara teknikal, ruang penguatan masih terbuka. IHSG dinilai berpeluang menguji area di atas 9.050 dalam waktu dekat, selama tekanan jual tidak membesar secara tiba-tiba.

    “Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat menguji 9,077-9,100,” kata Herditya dalam analisis hariannya, Kamis, 15 Januari 2026.

    Level support dipetakan berada di kisaran 8.908 dan 8.852. Sementara area resistance terdekat berada di 9.077 dan 9.012. Selama indeks bertahan di atas support tersebut, Herditya melihat arah pergerakan jangka pendek masih condong ke atas.

    Narasi teknikal ini memberi satu pesan penting bagi investor ritel. Pasar sedang bergerak dalam tren naik yang terkonfirmasi, bukan sekadar pantulan sesaat. Namun, disiplin tetap diperlukan, terutama dalam memilih saham yang layak dipantau.

    Empat Saham yang Layak Dipantau

    Di tengah reli indeks, Herditya menyoroti sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati pergerakannya. Bukan untuk dikejar membabi buta, melainkan menunggu momen yang lebih rasional.

    Saham pertama adalah BREN. Emiten energi ini menguat 4,89 persen ke level 9.650. Meski sempat muncul tekanan jual, pergerakannya masih mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari. Herditya menilai secara struktur gelombang, posisi BREN saat ini berada pada bagian dari wave [c] dari wave B. Kondisi ini membuka peluang lanjutan penguatan selama koreksi yang terjadi masih dalam batas wajar.

    BRIS juga masuk radar. Saham perbankan syariah ini melesat 6,64 persen ke 2.250 dengan dorongan volume beli yang solid. Penguatan tersebut berhasil menembus MA20, sebuah sinyal teknikal yang kerap dibaca pasar sebagai awal fase lanjutan. Herditya menilai BRIS berada di bagian awal wave 1 dari wave (3), fase yang secara teori kerap menyimpan momentum kenaikan lebih panjang.

    PGEO bergerak dengan cerita berbeda. Saham energi panas bumi ini terkoreksi 0,79 persen ke 1.260 dan kembali bergerak di bawah MA200. Meski terlihat melemah, Herditya justru melihatnya sebagai bagian dari proses sehat. Secara gelombang, PGEO dinilai berada di awal wave 2 dari wave (3), fase koreksi yang kerap membuka peluang sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.

    Saham terakhir yang disorot adalah WIIM. Emiten rokok ini menguat 3,96 persen ke level 1.705 dengan dukungan volume pembelian. Pergerakannya juga berhasil bertahan di atas MA20. Herditya memperkirakan posisi WIIM saat ini berada di awal wave (iii) dari wave [v], sebuah fase yang sering kali identik dengan akselerasi harga.

    Secara keseluruhan, analisis Herditya menggambarkan pasar yang sedang berada dalam fase konstruktif. IHSG menguat dengan struktur teknikal yang rapi, dan sejumlah saham mulai menunjukkan pola yang menarik untuk dipantau.

    Namun satu catatan penting, semua peluang itu tetap datang bersama risiko. Reli yang kuat sering kali mengundang euforia, dan di situlah kesalahan paling sering terjadi. Pasar masih memberi ruang naik, tapi selektivitas dan disiplin tetap menjadi kunci agar investor tidak terseret arus ketika volatilitas tiba-tiba muncul.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Moh. Alpin Pulungan

    Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

    Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).