KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penguatan pada pekan depan periode 24-28 November 2025.
BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, IHSG masih bullish terjaga di atas MA60. Harga diperkirakan mampu bertahan di atas level supportnya pada 8.335 - 8.366.
"Dan berpotensi untuk melanjutkan penguatan dengan target resistance di level 8.442 - 8.478," tulus BRI Danareksa dalam risetnya, Minggu, 23 November 2025.
Sementara untuk skenario bearish, jika dilihat dari indikator stochastic, BRI Danareksa menyebut IHSG telah overbought dan jika support di 8.300 tertembus, maka ada potensi untuk membuat pola double top.
"Dengan target pelemahan di angka 8.213 - 8.094," terang BRI Danareksa.
Di sisi lain, BRI Danareksa menyampaikan katalis yang perlu diperhatikan pekan depan ialah mengenai data terbaru yang menunjukkan ekonomi Amerika Serikat (AS) menambah 119.000 pekerjaan pada September, jauh di atas ekspektasi 50.000.
Sementara disebutkan jika tingkat pengangguran naik tipis dari 4,3 persen menjadi 4,4 persen. BRI Danareksa memandang kombinasi ini menandakan pasar tenaga kerja masih solid, namun mulai kehilangan ketatnya.
"Kondisi tersebut membuat The Fed cenderung berhati-hati dalam melakukan rate cut, karena kenaikan pengangguran belum cukup kuat untuk memberi sinyal pelonggaran segera, sementara pertumbuhan pekerjaan masih memberi tekanan terhadap inflasi," tulis BRI Danareksa.
Meski begitu, kenaikan pengangguran tetap membuka peluang pemangkasan jika data berikutnya menunjukkan pelemahan
berlanjut.
"Pasar kini menunggu konfirmasi tambahan sebelum mem-price in langkah pemotongan yang lebih agresif," sebut BRI Danareksa.
Data Perdagangan BEI Ditutup Bervariasi
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat data perdagangan saham pada pekan ini periode 17—21 November 2025 ditutup bervariasi. Peningkatan tertinggi pekan ini terjadi pada IHSG yang ditutup pada level 8.414 atau meningkat 0,52 persen dari posisi 8.370 pada pekan lalu.
"Kapitalisasi pasar BEI tercatat turut mengalami peningkatan sebesar 0,49 persen menjadi sebesar Rp15.391 triliun dari Rp15.316 triliun pada pekan lalu," Ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangannya.
Namun, rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami penurunan sebesar 8,45 persen menjadi Rp21,37 triliun dari Rp23,34 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami penyusutan sebesar 14,01 persen menjadi 2,32 juta kali transaksi dari 2,7 juta kali transaksi pada pekan lalu.
"Rata-rata volume transaksi harian Bursa pada pekan ini mengalami perubahan sebesar 27,20 persen menjadi 39,28 miliar lembar saham dari 53,95 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya," kata Kautsar.
Adapun, investor asing pada Jumat, 21 November 2025 mencatatkan nilai jual bersih Rp26,32 miliar dan sepanjang tahun 2025 ini, dan investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp50,32 triliun.(*)