KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat pada perdagangan pekan depan periode 6-10 Oktober 2025.
Pengamat pasar modal sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana memproyeksikan IHSG menguat terbatas dengan menguji level Resistance di 8.169 dan Support di 7.996.
Hendra menyampaikan pergerakan IHSG berpotensi menguat karena disebabkan oleh optimisme para investor terhadap pasar saham domestik pasca sentimen negatif yang datang dari AS terkait dengan Government Shutdown.
"Saat ini investor tetap solid, meskipun asing masih mencatatkan net sell pekan lalu sebesar Rp3,1 Triliun yang didominasi oleh saham-saham perbankan," ujar dia dalam risetnya kepada Kabarbursa.com, Minggu, 5 Oktober 2025.
Sehingga, lanjut dia, dalam jangka pendek pasar saham masih menarik ditopang oleh grup konglomerasi, tetapi dalam jangka menengah hingga panjang terdapat kekhawatiran melihat saham bluechip dengan fundamental kuat bergerak turun hingga tercatat net sell oleh asing.
Hendra kemudian merekomendasikan beberapa saham untuk pekan depan, seperti SCMA, WIFI, UNVR, dan NICL.
Untuk SCMA, ia menyebut saham ini memiliki potensi melanjutkan penguatan setelah rebound dari MA5, menandakan momentum positif jangka pendek.
"Volume perdagangan masih positif, meskipun lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya, sehingga diperlukan konfirmasi tambahan untuk kekuatan tren. Selain itu, indikator stochastic yang berada pada area Overbouthg memberikan sinyal akan adanya koreksi sehat," ungkapnya.
Pindah ke WIFI, Hendra membeberkan saham ini menutup perdagangan dengan candlestick yang powerful, menunjukkan dominasi buyer dan momentum penguatan yang solid. Ia memandang volume perdagangan meningkat dibandingkan hari sebelumnya, memperkuat sinyal positif ini.
"Selain itu, stochastic yang bergerak bullish meski berada di area overbought mengindikasikan tren naik masih terjaga, namun tetap perlu diwaspadai potensi koreksi jangka pendek," jelasnya.
Pindah ke UNVR, Hendra menyebut UNVR menunjukkan rebound dari MA10, menandakan terjaganya support dinamis dan potensi penguatan lanjutan. Volume perdagangan yang meningkat dibandingkan hari sebelumnya memperkuat momentum positif ini.
"Selain itu, stochastic membentuk golden cross pada area netral, memberikan sinyal awal kelanjutan tren naik yang menarik untuk dicermati," terangnya.
Terakhir, Hendra menerangkan saham NICL kini tengah menunjukkan rebound dari MA5, menandakan adanya sinyal penguatan jangka pendek.Ia bilang, volume perdagangan meningkat dibandingkan hari sebelumnya, memperkuat dorongan beli.
"Selain itu, stochastic yang bergerak bullish pada area netral memberikan indikasi peluang kelanjutan tren naik masih terbuka," pungkasnya.