Logo
>

IHSG Pelan-pelan Ke Puncak, Lima Saham ini Terkerek Naik

IHSG menguat di sesi pertama dengan dukungan saham LQ45 dan sektor transportasi, sementara likuiditas tetap terjaga dan pasar mulai keluar dari tekanan koreksi beberapa hari terakhir.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Pelan-pelan Ke Puncak, Lima Saham ini Terkerek Naik
Meskipun tekanan masih tinggi, namun sejumlah saham besar mampu mendorong IHSG ke zona hijau di sesi pertama perdagangan hari ini. Foto: Desty Luthfiani/KabarBursa.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perlahan kembali membentuk ruang positif. Pelan-pelan naik, terdongkrak sejumlah saham yang ikut terkerek.

    Hingga perdagangan sesi pertama Jumat, 30 Januari 2026, IHSG tercatat berada di level 8.329,15, menguat 96,95 poin atau setara 1,18 persen. Kenaikan ini menandai kembalinya minat beli di pasar setelah fase koreksi yang membuat indeks bergerak di area bawah dalam beberapa hari terakhir.

    Dari sisi aktivitas transaksi, likuiditas pasar terpantau tetap terjaga. Total volume perdagangan di seluruh pasar mencapai 335,86 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp22,24 triliun. Angka ini mencerminkan bahwa penguatan indeks tidak terjadi dalam kondisi sepi transaksi, melainkan didukung oleh aktivitas jual beli yang relatif ramai. 

    Frekuensi transaksi yang mencapai sekitar 2,06 juta kali memperlihatkan partisipasi pelaku pasar yang masih cukup luas.

    Pada pasar reguler, volume transaksi tercatat sebesar 313,96 juta lot dengan nilai Rp18,10 triliun dan frekuensi yang sama, sekitar 2,06 juta kali. Dominasi pasar reguler dalam pembentukan nilai transaksi menunjukkan bahwa penguatan IHSG lebih banyak ditopang oleh transaksi normal, bukan semata pergerakan di pasar negosiasi atau tunai.

    Tidak hanya itu, kenaikan IHSG pagi ini juga didukung oleh menghijaunya sejumlah saham yang masuk dalam indeks LQ45. Saham Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) terdorong ke atas, menguat 7,31 persen atau 190 poin ke level 2.790.

    Sementara, Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga terdongkrak 7,01 persen, naik 115 poin menuju level 1.755. Begitu pula dengan PT Telkom Indonesia (TLKM) yang memberikan sinyak kuat 6,67 persen. Saat ini, harga TLKM berada di level 3,680, naik sebanyak 230 poin.

    Saham Bumi Resources (BUMI), yang sudah habis-habisan, terpangkas hingga titik terendah di 250, merangkak 6,40 persen atau 16 poin menuju level 266. Dan, saham Pertamina Geothermal Energy (PGEO) terkerek 6,31 persen hingga menuju level 1.095.

    Namun, ada pula sejumlah saham yang belum bisa keluar dari zona merahnya. Sebut saja Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) yang terkulai 3,81 persen atau 80 poin, dan bertengger di level 2.020. Lalu ada Barito Pacific (BRPT) yang terkoreksi 3,18 persen atau 70 poin, dan saat ini diam di level 2.130.

    Begitu pula dengan saham Aneka Tambang (ANTM) yang lay uke level 4.220, setelah terkoreksi sebanyak 2,31 persen atau 100 poin. Dan, saham Merdeka Battery Materials yang menipis 2,08 persen atau 15 poin dan memposisikan diri di level 705.

    Dari sisi sektoral, masih ada tiga sektor yang terkoreksi dan delapan yang mulai bergerak ke zona hijau. Sektor industrial yang paling terpukul, amblas 1,29 persen. Sektor teknologi terkoreksi 0,90 persen dan sektor basic-industry melemah 0,53 persen.

    Sedangkan sektor transportasi menunjukkan kejayaannya, dengan menguat sebesar 5,64 persen. Disusul sektor finance sebesar 2,32 persen, non-cyclical yang menguat 1,86 persen, sektor property melesat 1,80 persen, dan sektor energi yang menguat sebesar 1.05 persen.

    Berikutnya, sektor infrastruktur, sektor kesehatan, dan cyclical yang masing-masing menguat sebesar 0,24 persen, 0,73 persen, dan 0,19 persen.

    Kombinasi penguatan indeks dan likuiditas yang tetap besar memberi sinyal bahwa sentimen pasar mulai membaik, meski belum sepenuhnya lepas dari volatilitas. Pasar tampak memasuki fase pemulihan teknikal, dengan pelaku pasar lebih selektif dalam memburu saham, namun cukup percaya diri untuk kembali mengakumulasi posisi setelah tekanan jual mereda.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79