KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 9.000 pada perdagangan hari ini Rabu, 14 Januari 2026. IHSG ditutup menguat di level 9.032,58 atau naik 0,94 persen, mencerminkan sentimen pasar yang masih relatif positif di tengah aliran dana asing yang mencatatkan beli bersih secara agregat. Meski demikian, penguatan indeks tidak sepenuhnya diikuti oleh seluruh saham, karena sejumlah emiten justru mengalami tekanan dan masuk dalam daftar peringkat terbawah.
Berdasarkan data perdagangan hingga penutupan sesi reguler, setidaknya terdapat 10 saham yang mencatatkan penurunan harga paling dalam saat IHSG berada di atas level 9.000. Tekanan pada saham-saham ini umumnya dipicu oleh aksi ambil untung, minimnya katalis jangka pendek, hingga tekanan teknikal setelah reli sebelumnya.
Saham PT Sekar Laut Tbk yang bergerak di sektor consumer non-cyclicals menjadi salah satu saham dengan pelemahan terbesar. Emiten berkode SKLT ini ditutup di level 248 atau turun 3,12 persen. Sepanjang perdagangan, nilai transaksi saham ini mencapai 94,19 miliar dengan volume 3,75 ribu lot, mengindikasikan tekanan jual yang cukup konsisten.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Rig Tenders Indonesia Tbk dari sektor energi dengan kode RIGS. Saham ini melemah 3,09 persen ke level 785. Aktivitas perdagangan RIGS tercatat relatif terbatas dengan nilai transaksi 111,04 miliar dan volume 1,41 ribu lot, menunjukkan minat beli yang belum kembali kuat.
Di sektor properti dan real estat, saham PT Bumi Citra Permai Tbk berkode BCIP turut masuk daftar saham tertekan. BCIP turun 3,03 persen ke level 96. Meski harga melemah, saham ini mencatatkan nilai transaksi cukup besar yakni 2,22 miliar dengan volume 229,09 ribu lot, mengindikasikan distribusi yang cukup aktif.
Saham PT City Retail Developments Tbk yang bergerak di sektor properti dengan kode NIRO juga ditutup melemah. NIRO turun 3,03 persen ke level 320, dengan nilai transaksi 221,06 miliar dan volume 6,93 ribu lot. Tekanan ini terjadi di tengah pergerakan sektor properti yang cenderung bergerak selektif.
Dari sektor perdagangan dan distribusi, saham PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk berkode GDST mencatatkan penurunan 3,01 persen ke level 129. Nilai transaksi saham ini tercatat 986,84 miliar dengan volume 77,86 ribu lot, menunjukkan adanya tekanan jual meski likuiditas relatif terjaga.
Saham PT DFI Retail Nusantara Tbk dari sektor consumer cyclicals dengan kode HERO juga tidak luput dari tekanan. HERO ditutup turun 2,97 persen ke level 458, dengan nilai transaksi 42,29 miliar dan volume 923 lot. Pelemahan ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap prospek sektor ritel dalam jangka pendek.
Tekanan berikutnya datang dari saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang bergerak di sektor infrastruktur dan konstruksi dengan kode ADHI. Saham BUMN ini turun 2,92 persen ke level 266. Nilai transaksi ADHI tercatat 4,11 miliar dengan volume 152,80 ribu lot, seiring masih adanya tekanan pada saham-saham konstruksi.
Saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk dari sektor consumer non-cyclicals dengan kode RISE turut masuk daftar saham terbawah. RISE melemah 2,88 persen ke level 10.100, dengan nilai transaksi mencapai 7,40 miliar dan volume 7,37 ribu lot. Tekanan ini terjadi setelah pergerakan harga yang sebelumnya cenderung fluktuatif.
Di sektor perbankan syariah, saham PT Bank Aladin Syariah Tbk berkode BANK ditutup turun 2,87 persen ke level 1.015. Saham ini mencatatkan nilai transaksi cukup besar sebesar 11,65 miliar dengan volume 117,66 ribu lot, menunjukkan adanya aksi jual meski minat pasar masih terjaga.
Melengkapi daftar 10 saham peringkat terbawah, saham PT Avia Avian Tbk dari sektor industri dasar dengan kode AVIA turun 2,83 persen ke level 480. Nilai transaksi AVIA tercatat 7,78 miliar dengan volume 160,35 ribu lot, seiring tekanan jual yang muncul di tengah penguatan IHSG secara keseluruhan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG mampu bertahan dan bergerak di atas level 9.000, pergerakan saham tetap bersifat selektif.(*)