Logo
>

IHSG Sesi Siang Menguat: Selanjutnya Tembus 9.000?

IHSG menguat tipis dan sempat menyentuh 9.000 sebelum konsolidasi. Rotasi saham terlihat jelas, dengan komoditas dan properti tetap jadi pusat likuiditas di tengah volatilitas yang mulai meningkat.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Sesi Siang Menguat: Selanjutnya Tembus 9.000?
IHSG semakin mendekati level 9.000. Pecah hari ini? Foto: Desty Luthfiani/KabarBursa.

KABARBURSA.COM - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I, Senin, 12 Januari 2026, menunjukkan karakter yang relatif tenang, tetapi tetap konstruktif. IHSG berada di level 8.947,96, menguat tipis 0,13 persen dari penutupan sebelumnya. 

Secara nominal, kenaikannya memang tidak besar, hanya sekitar 11 poin, tetapi yang penting adalah konteksnya. Indeks sempat menyentuh level psikologis 9.000 secara intraday sebelum akhirnya turun tipis dan mengonsolidasikan diri di bawahnya. 

Pasar belum kehilangan momentum, tetapi sedang melakukan penyesuaian setelah reli yang cukup panjang sejak akhir tahun lalu.

Dari sisi teknikal, grafik harian menunjukkan bahwa tren besar masih terjaga. Struktur higher low dan higher high masih utuh, dan koreksi-koreksi kecil yang terjadi lebih menyerupai fase rehat dibandingkan tanda pembalikan. 

Volume juga masih berada di level yang relatif sehat, tidak ada lonjakan distribusi besar yang biasanya muncul saat pasar mulai kelelahan. Ini memberi sinyal bahwa pelaku besar belum benar-benar keluar, melainkan sedang mengatur tempo.

SOHO Top Gainers, NRCA Top Losers

Di level saham, dinamika sesi I cukup menarik karena terjadi pemisahan yang jelas antara saham-saham yang digerakkan oleh sentimen spesifik dengan saham-saham yang menjadi pusat likuiditas pasar. 

Pada daftar top gainer, MSKY memimpin dengan lonjakan hampir 28 persen, disusul APLN yang naik lebih dari 27 persen, serta SOHO yang menguat sekitar 25 persen. 

Di sisi lain, tekanan jual juga terlihat pada beberapa saham. BBSS terkoreksi lebih dari 14 persen, NRCA turun sekitar 11 persen, dan HILL melemah lebih dari 10 persen. 

Pada daftar top value, ANTM mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp1,22 triliun, BUMI sekitar Rp1,04 triliun, dan PWON sekitar Rp677 miliar. 

Kehadiran ANTM dan BUMI di papan top value mengindikasikan bahwa sektor berbasis komoditas masih menjadi magnet. Ini sejalan dengan sentimen global yang relatif stabil dan preferensi investor terhadap saham-saham yang punya eksposur langsung ke siklus ekonomi. 

Sementara PWON yang masuk tiga besar top value menegaskan bahwa cerita sektor properti dan saham-saham yang sedang memasuki fase re-pricing masih menjadi pusat perhatian.

Peluang ke 9.000 di Akhir Sesi

Dari keseluruhan data ini, arah pergerakan selanjutnya cenderung masih positif, tetapi dengan volatilitas yang lebih tinggi. Setelah menyentuh area 9.000, wajar jika pasar tidak langsung menembusnya, melainkan melakukan konsolidasi. 

Jika IHSG mampu bertahan di atas area 8.850–8.900, maka struktur kenaikan masih sangat sehat dan peluang untuk menguji kembali 9.000 tetap terbuka. Namun, jika tekanan jual mulai membesar dan indeks turun menembus area tersebut dengan volume tinggi, itu akan menjadi sinyal bahwa pasar butuh koreksi yang lebih dalam.

Untuk saat ini, karakter pasar masih lebih condong ke “mengatur napas”, bukan “berbalik arah”. Rotasi antar saham terlihat jelas, likuiditas masih kuat, dan tidak ada tanda panic selling. Ini adalah ciri khas pasar yang masih berada dalam mode risk-on, tetapi dengan kehati-hatian yang meningkat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79